RADAR JOGJA – Meningkatnya curah beberapa hari ini berdampak pada naiknya potensi bencana di wilayah Kulonprogo. Selasa (23/11) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat ada 19 titik kejadian bencana. Mayoritas bencana yang terjadi merupakan tanah longsor di wilayah Perbukitan Menoreh.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo Edi Wibowo mengatakan, ke-19 titik bencana itu tersebar di tiga kapanewon. Dengan rincian 16 titik tanah longsor di Girimulyo, dua titik tanah longsor di Samigaluh serta satu titik bencana rumah roboh di kapanewon Kalibawang.

Lanjut Edi, untuk bencana tanah longsor yang terjadi pada beberapa wilayah, dampaknya mengakibatkan terputusnya akses jalan serta beberapa lainnya mengancam rumah tinggal warga. Adapun penyebab bencana tersebut, disinyalir karena adanya hujan deras karena fenomena La Nina yang terjadi pada Senin (22/11) petang.

“Ada beberapa titik lokasi yang kemarin sudah kami lakukan assessment dan hari ini juga sudah kami salurkan bantuan logistik maupun peralatan ke wilayah terdampak bencana,” ujar Edi saat dikonfirmasi, Selasa (23/11).

Terkait dengan adanya potensi bencana karena fenomena La Nina, Kepala BPBD Kulonprogo Joko Satyo Agus Nahrowi menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kabupaten Kulonprogo merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Ia menyebut, fenomena La Nina saat ini meningkatkan curah hujan hingga 60 persen. Sehingga beberapa wilayah di Perbukitan Menoreh menjadi wilayah yang cukup rawan kejadian bencana tanah longsor. Kemudian di sebagian wilayah perkotaan juga tidak menutup kemungkinan terjadi bencana banjir serta pohon tumbang.

“Sehingga kami menghimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap kondisi alam di sekitar tempat tinggalnya,” imbuh Joko.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Girimulyo, Sutikno menyatakan saat ini pihaknya tengah melakukan assessment atau penanganan dampak bencana. Adapun upaya yang dilakukan, yakni dengan menyingkirkan material longsoran yang menutupi jalan maupun pemukiman penduduk.

“Setelah hujan deras kami dari tim Tagana Girimulyo langsung berkeliling melakukan assessment kejadian tanah longsor,” terang Sutikno. (inu/bah)

Kulonprogo