RADAR JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo kini cukup berhati-hati dalam mengeluarkan izin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas bagi jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sebab, instansi tersebut harus benar-benar memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan di jenjang itu berjalan dengan baik.

Kepala Disdikpora Kulonprogo Arif Prastowo mengatakan, hingga saat ini baru ada 45 sekolah terdiri dari 38 TK dan 7 PAUD yang sudah mengantongi ijin PTM, atau 2,7 persen dari total 830 PAUD dan TK di Kulonprogo. Belum banyaknya ijin pembelajaran tatap muka pada jenjang tersebut lantaran pihaknya ingin berhati-hati.

Sebab, lanjut Arif, PAUD dan TK merupakan salah satu jenjang yang paling rawan terhadap penularan virus. Sehingga perlu adanya perhatian terhadap protokol kesehatan (prokes) bagi siswa maupun pengajarnya agar penerapannya bisa berjalan dengan baik.”Sampai saat ini hanya beberapa yang punya ijin PTM, kami perlu memastikan TK atau PAUD harus sudah sangat siap. Jumlahnya ada 45 dan paling banyak ada di TK,” terang Arif saat ditemui, Senin (22/11).

Dalam pelaksanaan PTM bagi jenjang sekolah terbawah itu, Arif juga mendorong agar para pengawas prokes di tiap sekolah agar bisa maksimal dalam pemantauannya. Sehingga harapannya tidak terjadi klaster atau kasus penularan pada lingkungan sekolah di Kulonprogo.

Lebih lanjut, dalam upaya pencegahan klaster di sekolah itu, ia menyebut bahwa peran orang tua dalam pengawasan siswa juga sangat penting. Sebab, anak-anak pada rentang usia PAUD dan TK masih perlu berbagai pendampingan. Khususnya dalam penerapan prokes ketika mengikuti kegiatan belajar tatap muka.”Kunci agar tidak terjadi penularan Covid-19 adalah prokes ketat. Sehingga peran pengawas dan orang tua siswa adalah hal yang sangat penting,” terang Arif.

Sementara terkait dengan evaluasi surveilans yang dilakukan oleh gugus tugas, Arif menyatakan memang banyak temuan kasus yang terjadi kepada siswa. Namun demikian, sampai saat ini belum ada satupun sekolah yang menjadi lokasi penularan atau klasterisasi Covid-19 pada kegiatan PTM.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Baning Rahayujati mengatakan, selama pelaksanaan surveilans tahap pertama pihaknya mencatat ada 94 siswa yang terkonfirmasi positif di 54 sekolah yang melaksanakan surveilans. Rinciannya terdiri dari 55 siswa SD, 11 siswa SMP dan 28 siswa SMA.”Sampai hari terakhir surveilans tahap pertama, untuk temuannya ada 94 siswa yang positif atau empat persen dari total sampel yang sudah diuji sebanyak 2.221 orang. Rencananya kami juga akan menggelar surveilans tahap kedua, sekitar Desember atau Januari,” ujar Baning. (inu/pra)

Kulonprogo