RADAR JOGJA – Belum dilakukannya vaksinasi bagi kalangan pelajar pada jenjang sekolah dasar (SD) disebut menjadi penyebab banyaknya temuan kasus positif, dalam pelaksanaan surveilans atau swab acak kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kulonprogo.

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo Eko Teguh Santoso mengatakan, adapun capaian siswa SD di Kulonprogo yang telah menjalani vaksinasi baru sekitar 700-an sasaran atau baru 4 persen dari total 18.000 siswa. Jumlah itu disebut masih rendah, karena mayoritas siswa pada jenjang SD belum memenuhi persyaratan untuk vaksinasi.

Hal itu pula, lanjut Eko, diduga menjadi penyebab banyaknya siswa SD yang ditemukan positif Covid-19 saat pelaksanaan surveilans di beberapa sekolah di Kulonprogo. Hingga saat ini, total sudah ada 65 siswa yang terkonfirmasi positif dan 48 di antaranya merupakan siswa pada jenjang SD.”Terkait dengan banyaknya kasus positif pada siswa SD saat surveilans PTM ini, kemungkinan terbesarnya adalah karena mereka belum divaksin, sebab kebanyakan yang kena itu usianya dibawah dua belas tahun,” ujar Eko saat ditemui di ruangannya, Senin (15/11).

Kemudian untuk evaluasi pelaksanaan PTM Terbatas kali ini, Eko mengatakan pihaknya sudah merubah regulasi kapasitas siswa dalam kelas untuk mencegah terjadinya penularan bagi siswa maupun guru. Jika sebelumnya kapasitas maksimalndalam satu kelas adalah sebesar 50 persen, saat ini diubah menjadi 25 persen.

Adapun penerapannya, bagi siswa pada jenjang SMP kini dibatasi hanya 10 siswa, lalu jenjang SD tujuh siswa dan jenjang PAUD maksimal hanya lima siswa. Pihak sekolah pun juga dihimbau agar memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) antar siswa maupun tenaga pendidik.”Kemudian apabila terjadi kasus penularan atau ditemukannya siswa dan terkonfirmasi positif maka PTM akan dihentikan sementara waktu atau selama 15 hari,” imbuh Eko.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan hingga Minggu (14/11) atau selama lima hari pelaksanaan swab acak pihaknya mencatat sudah ada 65 siswa yang terkonfirmasi positif dari total 1.389 sampel yang sudah diujikan. Rinciannya, 48 orang merupakan siswa jenjang SD, tiga siswa jenjang SMP dan 14 orang siswa jenjang SMA.”Untuk sekolah yang PTM-nya dihentikan kini dilanjutkan dengan pembelajaran secara daring,” tutur Baning. (inu/pra)

Kulonprogo