RADAR JOGJA – Kemunculan fenomena La Nina berdampak pada meningkatnya potensi bencana di sebagian besar daerah. Di Kulonprogo, beberapa wilayah dinilai cukup rawan terhadap potensi bencana banjir hingga tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Joko Agus Satyo Nahrowi mengatakan, dari hasil pemetaan pihaknya, ada beberapa wilayah yang menjadi perhatian terhadap dampak dari fenomena La Nina. Sebab, sebagian wilayah tersebut cukup berpotensi terjadi bencana akibat seiring meningkatnya curah hujan.

Untuk wilayah yang berpotensi terjadi bencana tanah longsor mayoritas berada di wilayah pegunungan. Diantaranya kapanewon Kokap, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, sebagian wilayah Pengasih serta sebagian wilayah Nanggulan.

Sementara untuk wilayah yang berpotensi terjadi bencana banjir meliputi kapanewon Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah serta Sentolo. Sebab beberapa wilayah tersebut merupakan jalur dari Sungai Serang dan Bogowonto yang berpotensi terjadi luapan. “Karena kondisi tersebut tentu ada beberapa hal yang dipersiapkan, untuk peralatan yang dibutuhkan kami sudah ada. Lalu kami juga melakukan perbaikan jalur evakuasi untuk mempermudah evakuasi bila terjadi bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Joko Minggu(7/11).

Lebih lanjut, terkait dengan persiapan anggaran, mantan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPKP Kulonprogo itu menerangkan, pemerintah telah menyiapkan anggaran penanggulangan bencana dari Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 8 miliar. Kemudian pada APBD Perubahan 2021 juga telah dianggarkan Rp 20 milar dari BTT untuk kebutuhan mendesak dalam status kebencanaan.

Joko menambahkan, BPBD sejatinya juga tidak menganggarkan secara khusus penanganan bencana di wilayah tersebut. Sehingga, untuk penggunaannya nanti Bupati akan mengeluarkan status tanggap darurat bencana agar BTT bisa digunakan.”Semua ada pada BTT, sehingga kami tidak memiliki anggaran penanganan bencana secara khusus,” terangnya.

Sebelumnya, menghadapi potensi bencana dari fenomena La Nina ini, Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini menyampaikan bahwa pihaknya mensiagakan 297 personil dalam upaya menghadapi potensi bencana alam dari fenomena La Nina. Personil tersebut terdiri dari satuan di Polres hingga polsek. (inu/pra)

Kulonprogo