RADAR JOGJA – Bekerjasama dengan Pemkab Kulonprogo dan Jajaran Polres Kulonprogo mensiagakan ratusan personel untuk menghadapi potensi bencana alam dari fenomena La Nina. Upaya tersebut dilakukan, sebagai upaya dari pihak terkait guna mitigasi dan meminimalisir resiko bencana yang mungkin terjadi.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan, setidaknya ada 297 personel polisi dan gabungan lainnya yang disiagakan untuk menghadapi potensi bencana alam dari fenomena La Nina. Ratusan personel tersebut terdiri dari polisi, Basarnas, Satpol PP hingga unsur-unsur kemasyarakatan.

Dikatakan Sutedjo, adanya fenomena La Nina memang berdampak pada meningkatnya curah hujan yang berisiko meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi. Seperti bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang hingga angin kencang.

Kemudian kondisi geografis kabupaten Kulonprogo yang merupakan daerah rawan bencana juga turut meningkatkan resiko dari bencana tersebut. Sehingga perlu persiapan sebelum bencana terjadi, termasuk personil dan upaya mitigasi.
Sutedjo menyatakan Pemkab Kulonprogo juga telah menyiapkan anggaran biaya tak terduga (BTT) sebesar Rp 20 miliar. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk penanganan dampak bencana dari fenomena La Nina.

“Sebelumnya BMKG juga telah memberikan himbauan terkait potensi bencana dari fenomena La Nina. Sehingga segala sesuatunya sudah sepatutnya harus dipersiapkan,” ujar Sutedjo disela kegiatan apel personel di Mapolres Kulonprogo, Jumat (5/11).

Sementara itu, Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini menyampaikan bahwa pihaknya menyiagakan 297 personel dalam upaya menghadapi potensi bencana alam dari fenomena La Nina. Personel tersebut terdiri dari satuan di Polres hingga Polsek-polsek.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya apel pasukan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolda DIJ. Sebagai upaya membentuk komunikasi dengan pihak terkait dalam menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi.
“Dengan kerjasama lintas sektoral ini, harapannya bisa memetakan wilayah mana uang beresiko. Sehingga mitigasi dan kontinjensinya bisa dipersiapkan,” ujar Kapolres. (inu/bah)

Kulonprogo