RADAR JOGJA – Penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi level 2 di Kulonprogo menjadi angin segar bagi sektor pariwisata. Dinas Pariwisata (Dispar) berupaya mengejar ketertinggalan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dispar Kulonprogo Joko Mursito mengatakan, pada November nanti pihaknya bakal berupaya kembali menggenjot PAD dari sektor pariwisata. Sebab, dengan adanya pelonggaran PPKM, saat ini destinasi wisata yang dikelola pemerintah maupun swasta bisa kembali dibuka dengan uji coba.
Target PAD kabupaten Kulonprogo pada sektor pariwisata sendiri diketahui sebesar Rp 5 miliar. “Namun karena situasi pandemi Covid-19, target PAD kemudian di rasionalisasi hingga 50-60 persen atau sekitar Rp 2,5 miliar,” ujarnya Jumat (29/10).

Terkait dengan capaian PAD sendiri, hingga akhir bulan Oktober Dinas Pariwisata Kulonprogo mencatat capaiannya sudah menyentuh angka Rp 700 juta. Meskipun masih jauh dari target yang ditentukan, instansi terkait tetap optimis target tersebut bisa tercapai sampai akhir tahun nanti. “Untuk November ini akan kami genjot supaya bisa mengejar target PAD yang sudah ditetapkan,” ujar Joko.

Meski sebagian destinasi wisata sudah bisa beroperasi kembali, Joko meminta agar penerapan protokol kesehatan ketat harus tetap diperhatikan oleh pengelola wisata. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya klaster-klaster penularan dari ujicoba yang kini dilakukan. Dalam ujicoba tersebut, lanjutnya, pengelola wisata harus bisa mengatur kapasitas destinasi wisata tidak boleh lebih dari 25 persen. Bagi wisatawan pun juga harus mendownload aplikasi Peduli Lindungi dan Visiting Jogja sebagai syarat untuk masuk destinasi.

Namun apabila di suatu wilayah terkendala sinyal untuk penggunaan dua aplikasi tersebut, wisatawan bisa menggunakan sertifikat vaksin sebagai syarat masuk. Biaya retribusi pun juga akan kembali diberlakukan di tiap destinasi wisata seperti sebelum penutupan.”Kami juga meminta kepada pengelola wisata untuk membentuk satgas penanganan Covid-19 di setiap destinasi wisata,” imbuh Joko.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana menegaskan, akan melakukan tindakan tegas apabila terbukti ada pelanggaran protokol kesehatan. Apabila ada temuan destinasi yang tidak patuh pada upaya pencegahan virus, maka pengelola akan diberi teguran berupa lisan hingga penutupan destinasi. “Bagi pengelola wisata yang konsisten tentu akan kami dorong agar terus menerapkan prokes. Namun bagi yang tidak konsisten tentu akan ada sanksi,” ungkap Fajar. (inu/pra)

Kulonprogo