RADAR JOGJA – Di Kulonprogo, seiring turunnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Dinas Pariwisata setempat mulai melakukan uji coba pembukaan destinasi wisata yang sebelumnya ditutup. Total ada 31 wisata yang di wilayah tersebut yang dibuka secara terbatas.

Kepala Dispar Kulonprogo Joko Mursito mengatakan, dibukanya kembali destinasi wisata tersebut lantaran pihaknya telah mendapat ijin dari pemerintah pusat melalui Inmendagri dan pemerintah daerah melalui Instruksi Gubernur DIJ. Kemudian dalam waktu dekat ini juga akan ditindaklanjuti dengan Instruksi Bupati Kulonprogo terkait uji coba pembukaan destinasi wisata.

Dikatakan Joko, kembali bisa beroperasinya destinasi wisata di Kulonprogo juga merujuk pada turunnya level PPKM di wilayah tersebut. Dimana dari yang sebelumnya level 3 kini telah turun menjadi level 2. Dengan kebijakan tersebut beberapa pembatasan pun akhirnya bisa diperlonggar.”Total ada 31 destinasi wisata yang kami ajukan untuk bisa dilakukan uji coba pembukaan. Dua puluh sembilan di antaranya telah dilengkapi QR Code aplikasi Pedulilindungi dan sisanya akan segera menyusul,” ujar Joko, kemarin (22/10).

Meski sebagian destinasi wisata sudah bisa beroperasi kembali, ia menyatakan bahwa penerapan protokol kesehatan ketat harus tetap diperhatikan oleh pengelola wisata. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya klaster-klaster penularan dari ujicoba yang kini dilakukan.

Dalam ujicoba tersebut, lanjut Joko, pengelola wisata harus bisa mengatur kapasitas destinasi wisata tidak boleh lebih dari 25 persen. Bagi wisatawan pun juga harus men-download aplikasi Peduli Lindungi dan Visiting Jogja sebagai syarat untuk masuk destinasi. Namun apabila di suatu wilayah terkendala sinyal untuk penggunaan dua aplikasi tersebut, wisatawan bisa menggunakan sertifikat vaksin sebagai syarat masuk. Biaya retribusi pun juga akan kembali diberlakukan di tiap destinasi wisata seperti sebelum penutupan.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengaku, akan melakukan tindakan tegas apabila terbukti ada pelanggaran protokol kesehatan. Apabila ada temuan destinasi yang tidak patuh pada upaya pencegahan virus, maka pengelola akan diberi teguran berupa lisan hingga penutupan destinasi. “Bagi yang tidak konsisten tentu akan ada sanksi, berupa teguran hingga penutupan,” ungkap Fajar. (inu/pra)

Kulonprogo