RADAR JOGJA – Rusunawa Giripeni yang dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) bagi pasien Covid-19 bergejala ringan di Kulonprogo dalam beberapa hari ini telah kosong. Hingga kemarin (17/10) jumlah pasien yang dirawat berjumlah nol. Namun pemerintah setempat tetap mempertahankan fungsional tempat tersebut sampai kasus Covid-19 benar-benar melandai.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo Irianto mengatakan, tetap dipertahankannya Rusunawa Giripeni sebagai isoter sebagai wujud kesiapsiagaan pemerintah. Khususnya terhadap penanganan kasus Covid-19 di wilayah tersebut. Terlebih lagi, bakal ada prediksi terjadinya gelombang ketiga lonjakan Covid-19.

Ia mengungkapkan, tetap dipertahankannya isoter lantaran Pemkab Kulonprogo juga tak ingin mengulang kembali kejadian pada bulan Juli lalu. Sebab kala itu, banyak pasien dengan gejala sedang hingga ringan yang tak dapat tertangani dan berujung pada kematian. “Kami tidak ingin mengulang kejadian Juli 2021, banyak pasien terkonfirmasi yang gelara ringan hingga sedang tidak tertangani dengan baik dan menyebabkan kematian. Karena hal tersebut, isoter tetap kami pertahankan,” terang Irianto, kemarin (17/10).

Irianto menambahkan bahwa Kulonprogo juga memiliki bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Temon. Dengan fasilitas publik tersebut tentu ada akan potensi penularan Covid-19 dari lalu lalang penumpang.

Apabila ada temuan penumpang terkonfirmasi positif, ia menyebut mereka berpotensi tidak bisa melakukan isolasi mandiri karena bukan masyarakat Kulonprogo. Kehadiran isoter Rusunawa Giripeni diharapkan bisa menjadi salah satu solusi terhadap masalah tersebut.”Intinya, kami tidak mungkin menutup Rusunawa Giripeni sampai kasus benar-benar landai dan ada kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan DIJ,” ucap Irianto.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana menyatakan pihaknya tetap mempertahankan Rusunawa Giripeni sebagai titik penanganan pasien terkonfirmasi positif meski kasus menurun. Lokasi tersebut ditujukan bagi pasien dengan gejala ringan hingga sedang. (inu/pra)

Kulonprogo