RADAR JOGJA – Pada momentum HUT kabupaten Kulonprogo yang ke-70 tahun ini, kalangan legislatif mendorong pemkab bisa meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan. Pasalnya, angka kemiskinan di Kulonprogo masih tergolong tinggi.
Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati mengatakan, hingga masa akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Kulonprogo angka kemiskinan masih tergolong tinggi dengan angka 18,1 persen. Sehingga pada momentum penambahan umur kali ini, harapannya bisa menjadi salah satu dorongan bagi eksekutif untuk berbenah.

Akhid berharap, Pemkab Kulonprogo bisa melakukan evaluasi terhadap program-program pemerintah yang dirasa kurang tepat. Untuk kemudian diganti dengan program baru yang benar-benar memaksimalkan pengentasan kemiskinan dan menaikkan pertumbuhan ekonomi Kulonprogo kedepannya.”Kami sangat mengapresiasi beberapa penghargaan yang diraih Pemkab Kulonprogo tahun ini, hanya memang sampai masa akhir RPJPMD angka kemiskinannya masih tinggi. Sehingga harus ada evaluasi terhadap program pengentasan kemiskinan,” ujar Akhid saat ditemui usai Rapat Paripurna HUT Kulonprogo ke-70, Jumat (15/10).

Di tengah pesatnya pembangunan Kulonprogo saat ini, ia juga ingin agar pemerintah bisa memaksimalkan berbagai potensi yang ada. Kehadiran bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Bedah Menoreh dan rencana pembangunan tol Jogja-Solo harus bisa benar-benar dimaksimalkan untuk pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Politisi perempuan PDI Perjuangan itu pun mendorong agar di tahun mendatang eksekutif harus bisa mencetuskan berbagai program yang mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi. Sehingga harapannya, angka kemiskinan di Kulonprogo bisa ditekan dan masyarakat bisa mendapat dampak positif dengan adanya berbagai pembangunan tersebut.”Kami lihat, angka pertumbuhan ekonomi masih rendah dan itu belum matching dengan adanya bandara dan tol yang akan hadir. Harapannya ada program-program baru untuk pengentasan kemiskinan dan percepatan pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo,” terang Akhid.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Sutedjo dalam momentum HUT Kulonprogo yang ke-70 tahun ini ia mengajak masyarakat untuk bangkit dari situasi pandemi saat ini. Hal tersebut juga sesuai dengan tema HUT tahun ini yang bertema Kulonprogo Gumregah, Kita Sehat dan Ekonomi Bangkit.

Terkait dengan pencapaian pemerintah selama setahun terakhir ini, Sutedjo mengaku telah menyampaikannya kepada legislatif sebagai bentuk pertanggungjawaban ke publik. Ia pun mengajak agar masyarakat supaya tidak menyerah dengan kondisi pandemi yang menghantam berbagai sektor saat ini.”Kami mengajak semua lapisan masyarakat supaya tidak menyerah, justru saat ini momen yang tepat untuk bergerak aktif sehingga roda perekonomian bisa bangkit,” ungkapnya. (inu/pra)

Kulonprogo