RADAR JOGJA – Jajaran Polres Kulonprogo mendapat penghargaan dari komunitas pencinta binatang Dog Meat Free Indonesia (DMFI) karena telah berhasil mengungkap kasus perdagangan anjing pada 6 Mei 2021 lalu. Penghargaan tersebut diberikan sebagai wujud apresiasi ketegasan polisi dalam menekan konsumsi daging anjing ilegal.

Direktur DMFI Lola Webber menyampaikan, hingga saat ini konsumsi daging anjing ilegal terbilang masih cukup tinggi. Padahal dengan mengonsumsi daging hewan peliharaan tersebut dapat meningkatkan potensi penularan rabies.

Dengan adanya penindakan dari Polres Kulonprogo tersebut, ia berharap hal itu bisa menyadarkan masyarakat akan bahaya mengkonsumsi daging anjing. Serta meningkatkan kesadaran bahwa anjing bukanlah hewan konsumsi, tetapi lebih kepada hewan peliharaan yang seharusnya dirawat dan menjadi sahabat manusia.

Lebih dari itu, Lola menyebut penindakan para pelaku perdagangan anjing oleh Polres Kulonprogo juga merupakan sejarah baru dalam upaya menumpas konsumsi daging anjing ilegal. Sehingga menurutnya, para aparat kepolisian di wilayah dengan sebutan Bumi Binangun itu patut mendapat penghargaan. Ia pun berharap agar para pelaku perdagangan daging anjing ilegal bisa dihukum setimpal.

“Kami berikan penghargaan serta mengajak masyarakat untuk menyelamatkan para anjing-anjing agar tidak dikonsumsi,” ujar Lola saat ditemui di Aula Polres Kulonprogo, Jumat (17/9).

Sementara itu, Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarani menyatakan bahwa adanya penghargaan dari DMFI merupakan motivasi tersendiri bagi jajarannya. Khususnya dalam upaya menumpas kejahatan dalam bentuk perdagangan daging hewan secara ilegal.

Fajarini menambahkan, pihaknya juga mendukung misi dari DMFI untuk menekan konsumsi daging anjing di Indonesia. Sebab, sesuai syariat agama anjing merupakan hewan yang tak lazim untuk dikonsumsi serta berpotensi menyebabkan rabies dari segi kesehatan.

Terkait dengan perkembangan kasusnya sendiri, dia menyatakan bahwa para pelaku kini telah masuk tahap pemeriksaan oleh kejaksaan. Ia pun memastikan untuk kedepannya pihaknya bakal lebih tegas dalam menindak pelaku kejahatan perdagangan daging hewan ilegal, khususnya anjing.

“Kami juga berharap agar masyarakat bisa menginformasikan kepada polisi apabila melihat penjualan daging anjing. Hal itu meneguhkan bahwa Jogjakarta sudah bebas rabies,” terang Fajarini.

Sebagai informasi, kasus perdagangan anjing ilegal tersebut berhasil diungkap oleh Jajaran Polres Kulonprogo pada 6 Mei 2021 lalu saat penyekatan di wilayah perbatasan. Sebanyak 78 ekor anjing tersebut dibawa dari Garut, Jawa Barat dan rencananya akan dijual ke Surakarta, Jawa Tengah. Dua orang bernama Sugiatno,50 dan Suradi,78 ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut. (inu/bah)

Kulonprogo