RADAR JOGJA – Berbagai upaya dilakukan untuk mengejar percepatan vaksinasi. Salah satu yang dilakukan dengan menggelar vaksinasi di destinasi wisata. Saat digelar di Laguna Glagah, ada berbagai hal unik di kegiatan tersebut.

Iwan Nurwanto, Radar Jogja, Kulonprogo

Pemandangan Laguna Glagah yang berada di Kapanewon Temon terlihat berbeda Selasa (31/8). Di destinasi wisata tersebut, ratusan masyarakat terlihat mengantre untuk mendapat giliran suntik vaksin.

Setiap orang berbaris di kursi yang sudah disediakan dan berpindah ketika dipanggil petugas . Beberapa diantaranya bahkan ada yang antusias. Tetapi ada juga yang takut ketika jarum suntik menembus kulit. Tidak sedikit pula yang harus ditenangkan petugas vaksinator.

Selama pelaksanaan di Pantai Glagah, warga bisa melihat pemandangan, sambil menikmati angin sepoi-sepoi di laguna pantai. Masyarakat yang datang kesini juga bisa menikmati iringan musik sinden dan gamelan selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, ada pula punokawan yang klitah-klitih menawarkan masker dan hand sanitizer. Suasananya pun semakin kental dengan budaya Jawa karena sebagian petugas yang mengatur jalannya vaksinasi juga menggunakan pakaian adat.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pariwisata DIJ dan Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo melalui alokasi dana keistimewaan. Adapun target vaksinasi di tempat tersebut diketahui mencapai 1.000 orang.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memberikan vaksinasi bagi para pengelola wisata dan pelaku usaha kepariwisataan di Jogjakarta. Destinasi wisata Laguna Glagah merupakan salah satu titik dari 25 tempat wisata di Jogjakarta yang menggelar kegiatan serupa.

Singgih mengungkapkan, vaksinasi tersebut juga menjadi salah satu upaya dari pihaknya untuk memberikan wisata yang aman dari penularan virus Covid-19. Sehingga nantinya ketika pariwisata bisa kembali dibuka, maka wisawatan tidak akan khawatir lagi datang ke Jogjakarta.

“Ini adalah upaya dari kami untuk menciptakan pariwisata yang sehat dan aman, tidak hanya bagi pengelola wisata tetapi para wisatawan yang datang kesini,” ujar Singgih disela kegiatan vaksinasi, kemarin.

Dijelaskan, sesuai arahan gubernur nantinya pariwisata akan kembali dibuka ketika capaian vaksinasi masyarakat DIJ telah mencapai angka 80 persen. Sehingga selain mempercepat capaian vaksinasi, saat ini dinas pariwisata juga tengah menggenjot kesiapan setiap destinasi wisata ketika dibuka nantinya.

Mantan Wakil Dinas Kebudayaan DIJ ini mengatakan, pihaknya saat ini rutin mengecek sarana dan prasarana di destinasi wisata agar nantinya aman dari penularan virus. Berbagai upaya seperti verifikasi dan sertifikasi CHSE bagi destinasi wisata dan usaha jasa pariwisata di Jogjakarta kini juga tengah digalakkan.

“Sehingga harapannya, ketika ada reaktivasi dan wisata dibuka kembali nantinya wisatawan akan percaya diri dan merasa aman ketika berkunjung ke Jogjakarta,” ujar Singgih.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengaku sangat mengapresiasi kegiatan vaksinasi wisata tersebut. Dia pun berharap agar percepatan vaksinasi bisa segera tercapai targetnya.

Dengan tercapainya target vaksinasi, lanjut Fajar, nantinya herd immunity akan terbentuk dan destinasi wisata di Kulonprogo bisa kembali dibuka. Harapannya, ekonomi masyarakat yang bekerja di sektor tersebut bisa terdongkrak kembali.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, harapannya para pelaku pariwisata yang divaksin juga mengajak masyarakat lain. Agar percepatan vaksinasi bisa benar-benar tercapai,” terangnya. (bah)

Kulonprogo