RADAR JOGJA – Warga Padukuhan Papak, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo geger dengan penemuan batuan kuno yang diduga bagian dari rancak atau penyangga gamelan. Total ada sebanyak 129 bagian batuan kuno yang berhasil ditemukan oleh warga.

Salah satu warga penemu, Kasdi,76 mengungkapkan bahwa awal penemuan batuan kuno tersebut bermula dari kegiatan bersih-bersih makam yang dilakukan rutin oleh masyarakat setiap bulan Suro. Ketika menggali salah satu area tanah makam, ia mengaku menemukan benda yang diduga batuan kuno saat cangkulnya tergaduk sebuah batu.

Batu tersebut diketahui juga memiliki ciri-ciri mirip sebuah artefak kuno. Sehingga oleh warga sekitar kemudian dilakukan penggalian secara menyeluruh di lokasi penemuan.

Alhasil, warga berhasil mengumpulkan sebanyak 129 batuan kuno yang mayoritas berbentuk persegi dan persegi panjang. ”Sebagian batuan juga memiliki relief berbentuk mirip sebuah bangunan candi,” terang Kasdi Kamis (26/8).

Terkait dengan kemungkinan sejarah di lokasi penemuan, Kasdi mengaku belum tahu pasti. Namun dari cerita masyarakat sejak dulu sekitar di padukuhan Papak tersebut memang sempat memiliki sejarah kesenian Ledhek Simplek.

Dimana hal itu merupakan salah satu kesenian tari dengan alat musik gamelan dan sering dipentaskan ketika acara-acara besar seperti pernikahan di padukuhan tersebut. Di lokasi penemuan batuan tersebut juga diketahui terdapat salah satu tentang sejarah kesenian tersebut. “Dulu disini (lokasi kejadian) juga sempat ada arca Ledhek Simplek, namun sudah lama hilang,” terang Kasdi.

Terkait dengan penemuan itu, Lurah Kalirejo, Lana mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penelitian terkait batuan kuno tersebut. Ia menyatakan bahwa Dinas Kebudayaan Kulonprogo akan segera melakukan tindak lanjut.

Untuk saat ini, lanjut Lana, pihaknya bersama pihak terkait melakukan upaya pengamanan seadanya terhadap temuan diduga batuan purba tersebut. Yakni dengan menutupi batuan dengan terpal dan dialasi daun kelapa. “Kami lakukan upaya evakuasi seadanya sembari menunggu instansi terkait yang dalam hal ini Dinas Kebudayaan datang ke lokasi ini,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekertaris Dinas Kebudayaan Kulonprogo Yudono Hindri Atmoko menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan tindak lanjut terkait dengan penemuan batuan kuno tersebut. Ia memastikan tim peneliti akan segera terjun di lokasi penemuan. (inu/bah)

Kulonprogo