RADAR JOGJA – Vaksinasi gencar dilaksanakan di DIJ. Hal itu dilakukan untuk tercapainya herd immunity di Jogjakarta. Apalagi, sejauh ini DIJ masih bertahan pada level 4 penerapan permbatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Untuk mencapai hal itu, sebanyak 10 ribu dosis vaksin Sinovac disiapkan oleh TNI AU bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi Covid-19. Kegiatan penyuntikan dilakukan di Yogyakarta International Airport (YIA) hingga 28 Agustusmendatang.

Komandan Sat Radar 205 Congot Letkol Lek Nanang Mahfudi mengatakan, kegiatan bertajuk Serbuan TNI AU tersebut bertujuan untuk memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapat vaksin Covid-19. Ada sebanyak 10 ribu dosis yang disiapkan.

Nanang menyatakan, dalam kegiatan tersebut per hari pihaknya memberikan target vaksinasi sebanyak 2.800 orang. Masyarakat yang bisa mendapatkan vaksin pun juga tidak dibatasi kalangan tertentu. “Anak-anak hingga lansia bisa mendapatkan vaksin,” ujar Nanang saat ditemui di YIA, kemarin (25/8).

Nanang mengungkapkan, bahwa antuasiasme masyarakat untuk ikut dalam kegiatan serbuan vaksinasi itu terbilang cukup tinggi. Bahkan banyak masyarakat dari luar DIJ seperti Purworejo, Jawa Tengah yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Meski antusias masyarakat cukup tinggi, ia memastikan kegiatan tetap berjalan lancar. Sebab pihaknya telah menyiapkan alur dan prosedur vaksinasi untuk banyak orang serta mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan Kulonprogo.

Sementara itu di bagian lain, ribuan mahasiswa antusias mengikuti kegiatan vaksinasi mahasiswa nasional di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kemarin (25/8). Kegiatan ini ke sebelas kalinya digelar oleh aliansi mahasiswa nasional. ”Kali ini bekerjasama dengan Polda DIJ, dengan total sasaran vaksin sebanyak 5.000 mahasiswa,” terangnya.

Panitia Penyelenggara atau Koordinator Pusat Perhimpunan Mahasiswa Komputer dan Informatika Nasional (Permikomnas) Khusniyati mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar dan pengabdian kemanusiaan sebagai mahasiswa. Kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam membentuk herd immunity. ”Ini ikhtiar mahasiswa untuk meng-offline-kan pendidikan yang sudah 1,5 tahun berjalan melalui daring,” ungkap Khusniyati kepada Radar Jogja.

Di sisi lain, program tersebut memudahkan mahasiswa mengakses vaksin. Sebab, selama ini mahasiswa kesulitan mendapatkan informasi terkait vaksin. ”Terutama mereka yang berKTP non DIJ,” jelasnya.
Dijelaskan, vaksinasi digelar ketat. untuk mengurangi kerumunan, vaksinasi dosis pertama ini dilaksanakan hingga hari ini (26/8) , red), dengan total 5 ribu dosis vaksin. Selain itu proses vaksin dibuat satu arah. (inu/mel/bah)

Kulonprogo