RADAR JOGJA – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, disebut cukup berdampak terhadap upaya pencegahan Covid-19 di Kulonprogo. Gugus tugas setempat mengklaim adanya penurunan terhadap jumlah pasien isolasi mandiri (isoman) sebesar 50 persen.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, pada Juli lalu, jumlah pasien isoman di wilayahnya tercatat mencapai 5.000 orang. Namun setelah adanya penerapan PPKM Darurat dan dilanjutkan PPKM Level 4 hingga 16 Agustus 2021 kemarin, jumlah pasien di Kulonprogo turun menjadi 2.500 orang.

Dengan menurunnya jumlah pasien isoman, menurutnya hal tersebut berdampak baik terhadap penanganan pasien yang terkonfirmasi positif. Artinya, masyarakat yang terpapar virus Covid-19 benar-benar tertangani dengan baik oleh tenaga kesehatan. “Artinya sudah baik penanganannya (pasien Covid-19),” ujar Fajar saat ditemui, Rabu (18/7).

Namun demikian, jumlah pasien isoman mengalami penurunan, diakui Fajar, adanya penerapan PPKM memang belum terlalu berdampak terhadap jumlah penambahan kasus penularan harian. Khususnya pada bulan Juli yang catatannya rata-rata bisa mencapai 100-150 kasus per hari.

Dengan perpanjangan PPKM Level 4 hingga 23 Agustus 2021 nanti, Fajar berharap agar bisa juga menurunkan jumlah penambahan kasus harian. Sehingga harapannya pandemi bisa berakhir dan ekonomi masyarakat bisa kembali bangkit. “Secara keseluruhan, selama penerapan PPKM, kepatuhan masyarakat dan penanganan pasien positif sudah baik. Vaksinasi juga baik,” ungkap Wakil Bupati Kulonprogo tersebut. (inu/bah)

Kulonprogo