RADAR JOGJA – Di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, permintaan akan vitamin dan antibiotik meningkat pesat. Sayangnya kondisi tersebut berdampak pada menipisnya stok di pasaran. Bahkan untuk beberapa varian juga mengalami kenaikan harga.

Wakil Ketua Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kulonprogo Hanny Riana mengungkapkan, untuk saat ini jenis vitamin yang paling sulit ditemukan di pasaran adalah vitamin D dan multivitamin B Complex. Selain itu, jenis antiobiotik seperti Zinc juga sempat kosong di beberapa apotek dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi itu terjadi karena permintaan vitamin dan antibiotik pada masa pandemi ini sedang meningkat pesat. Selain karena kebutuhan pribadi masyarakat, obat dan vitamin saat ini juga diprioritaskan untuk kebutuhan rumah sakit penanganan Covid-19.

Dampak dari langkanya vitamin dan antibiotik tersebut, lanjut Hanny, juga membuat harga beberapa varian mengalami kenaikan. Contohnya seperti vitamin D, selama seminggu terakhir harganya naik menjadi Rp 5.000 per tablet, sebelumnya hanya Rp 3.000 per tablet.

“Ini semua karena panic buying yang membuat harga melonjak. Kebutuhan obat meningkat sehingga permintaan di pasaran naik dan banyak yang kosong,” ujar Hanny saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/4).

Sementara untuk kebutuhan lain seperti masker, Hanny mengungkapkan pada beberapa apotek harganya masih normal dan untuk beberapa jenis masker stoknya masih aman. Namun demikian untuk oksigen kondisinya masih kosong, sebab masih diprioritaskan untuk penanganan pasien di rumah sakit.

“Untuk masker harga normal dan stok aman, tapi untuk oksigen masih kosong karena digunakan untuk rumah sakit penanganan Covid-19,” katanya.

Terkait dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kulonprogo, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menyampaikan bahwa pada Selasa (27/7) total kasus konfirmasi positif tercatat mencapai 15.736 kasus. Dari jumlah tersebut 299 kasus diantaranya isolasi di rumah sakit, 4.809 kasus isolasi mandiri, 9.801 telah selesai isolasi, 537 kasus sembuh dan 290 kasus meninggal.

“Kami imbau agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sehingga harapannya kasus Covid-19 tidak bertambah,” ujar Baning. (inu/bah)

Kulonprogo