RADAR JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo menyiapkan beberapa opsi dalam kegiatan proses belajar mengajar di sekolah di tengah situasi pandemi. Apabila kasus penularan Covid-19 tak kunjung mereda, ada kemungkinan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah bisa ditunda.

Kepala Disdikpora Kulonprogo Arif Prastowo menyampaikan, pihaknya menyiapkan dua opsi untuk proses belajar mengajar bagi siswa di tengah situasi pandemi. Adapun opsi pertama yakni dengan menunda pembelajaran tatap muka dan tetap dilakukan pembelajaran secara daring. Opsi tersebut diambil, apabila kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo tak kunjung mereda.

Sementara opsi kedua, lanjut Arif, pembelajaran tatap muka tetap digelar namun hanya di wilayah penularan rendah atau zona hijau. Sehingga pelaksanaannya nanti bersifat parsial, atau sebagian sekolah menyelenggarakan pembelajaran daring dan sebagian lainnya secara tatap muka.

“Jika situasinya masih seperti ini hingga dua pekan kedepan, sekolah mungkin tetap menjalankan dalam jaringan (daring) atau PTM-nya ditunda. Opsi kedua, untuk kategori daerah yang aman sekolah tatap muka digelar sehingga nantinya dibuka secara parsial di zona hijau. Nanti kami lihat perkembangannya seperti apa,” ujar Arif saat dikonfirmasi, kemarin (30/6).

Terkait dengan kesiapan sekolah di Kulonprogo terhadap pembelajaran tatap muka, Arif mengatakan bahwa saat ini hampir semua sekolah sudah siap dengan sarana dan prasarana pencegahan virusnya. Prosedural bagi siswa mulai dari berangkat sekolah, pembelajaran di kelas hingga pulang pun juga telah disiapkan. Selain itu, hampir 100 persen tenaga kependidikan di Kulonprogo pun juga telah divaksin.

Kendati demikian, Arif menyatakan Disdikpora Kulonprogo tetap melihat situasi dan kondisi penularan Covid-19 untuk keputusan pembelajaran tatap muka. Ia pun mendorong agar masyarakat turut aktif dalam pengawasan serta mitigasi di setiap sekolah apabila pembelajaran tatap muka jadi digelar nantinya.

“Kemudian dari sisi yang lain sudah menyiapkan dua opsi KBM (kegiatan belajar mengajar), yakni pembelajaran daring dan PTM,” ungkap Arif.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana menyampaikan, dari hasil pantauannya kesiapan tiap sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka sudah cukup baik. Sebagian besar sekolah pun juga sudah siap dengan sarana dan prasarana pencegahan virus Covid-19.

Lebih lanjut, apabila pembelajaran tatap muka tetap digelar pada Juli mendatang, ia berharap pihak sekolah bisa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sehingga harapannya tidak ada kasus penularan Covid-19 di sekolah yang menimpa guru maupun siswa.

“Untuk teknis memang kami serahkan di Disdikpora, apabila jadi digelar (PTM) di zona hijau harapan kami dari gugus tugas adalah penerapan protokol kesehatannya harus ketat,” ujar Fajar. (inu/bah)

Kulonprogo