RADAR JOGJA – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kulonprogo dilakukan evaluasi oleh gugus tugas setempat. Pengetatan kembali dilakukan lantaran tingginya kasus penularan di masyarakat dan kondisi tertentu.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana menyampaikan, evaluasi terhadap pengawasan kegiatan masyarakat di tingkat kalurahan dalam PPKM Mikro memang perlu dilakukan. Hal itu sebagai upaya mencegah kembali terjadinya klaster atau kasus penularan akibat kegiatan masyarakat.

Selain itu, lanjut Fajar, evaluasi juga dilakukan menyusul terjadinya perubahan struktural dalam gugus tugas tingkat kalurahan. Dikarenkan adanya pelaksanaan pemilihan lurah (pilur) yang membuat sebagian pejabat di kalurahan melepaskan jabatannya, karena ikut mencalonkan diri dalam pemilihan.

“Sehingga ada ketugasan baru bagi orang baru, ini yang harus kami sesuaikan juga. Untuk itu akan kami tegaskan kembali bagaimana penanganan Covid-19 tingkat kalurahan bagi pejabat penggantinya. Tentang bagaimana pencegahan virus dalam hajatan dan sebagainya,” ujar Fajar saat ditemui kemarin (30/6).

Lebih lanjut, selain lebih memperketat pengawasan PPKM Mikro di tingkat masyarakat. Gugus tugas juga mendorong penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkup perkantoran.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menyatakan, tercatat sudah ada sembilan klaster perkantoran yang terjadi di Kulonprogo. Dimana penyebab klaster tersebut karena kurangnya penerapan prokes antar pegawai maupun dalam kegiatan instansi.

Dari sembilan klaster tersebut terhitung sudah ada sebanyak 90 orang yang terkonfirmasi positif. Adapun sembilan klaster perkantoran itu, lanjut Baning, diantaranya Kantor Dinas Pariwisata Kulonprogo, salah satu sekolah negeri di Wates, perkantoran Bank di Temon, kantor Angkasa Pura I di Yogyakarta International Airport (YIA), kantor desa serta beberapa puskesmas dan rumah sakit.

“Ini menunjukkan bahwa penerapan prokes (protokol kesehatan) di perkantoran belum baik. Seperti masih kurangnya penggunaan masker serta diadakannya kegiatan berkerumun seperti makan bersama,” ujar Baning. (inu/bah)

Kulonprogo