RADAR JOGJA – Penerapan sistem pembayaran elektronik atau e-retribusi destinasi wisata di Kulonprogo terbilang masih sangat rendah. Diketahui penerapan e-retribusi pada seluruh destinasi wisata baru 25 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan bahwa kendala sinyal menjadi permasalahan utama penerapan e-retribusi. Dari delapan destinasi wisata yang dikelola pemerintah baru Pantai Glagah yang penerapan e-retribusinya cukup optimal.

Sementara destinasi wisata lain, lanjut Joko, terkendala permasalahan sinyal internet karena mayoritas berada di wilayah pegunungan. Kondisi minimnya sinyal internet tersebut membuat proses pembayaran menjadi lamban.
Selain itu, dalam kondisi tertentu sistem e-retribusi juga memakan proses yang cukup lama. Sehingga berdampak pada penumpukan antrean wisatawan karena harus menunggu proses pembayaran.

“Untuk e-retribusi kendala teknis yakni persinyalan dan disaat ramai. Karena dengan sistem aplikasi ini hambatannya memang agak tinggi, satu orang bisa memakan waktu 10-15 menit,” ujar Joko saat ditemui Senin (31/5).

Dia mengungkapkan, apabila dihitung dari keseluruhan destinasi wisata yang dikelola pemerintah. Penerapan e-retribusi wisata di Kulonprogo tergolong masih rendah, yakni baru 25 persen.

Selain karena permasalahan sinyal, Joko menyatakan bahwa mayoritas masyarakat juga belum siap untuk menggunakan e-retribusi. Sebagian besar masih belum paham dengan apa itu pembayaran elektronik.

Padahal di seluruh destinasi wisata yang dikelola pemerintah sudah menerapkan e-retribusi. Sehingga menurutnya, memang perlu sosialisasi secara masif kepada masyarakat tentang apa itu sistem pembayaran elektronik.
“Sosialisasi mungkin harus lebih ditingkatkan, bukan pada pengelola tapi masyarakat. Karena untuk pengelola wisata di Kulonprogo mayoritas sudah mendukung sistem pembayaran ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIJ resmi menyerahkan QUAT (QRIS ultimate automated transaction) kepada seluruh destinasi wisata yang dikelola Pemkab Kulonprogo. Agenda penyerahan sistem pembayaran digital tersebut digelar di destinasi wisata Pantai Pasir Kadilangu pada 7 April lalu.

Direktur Utama BPD DIJ, Santoso Rohmad menyampaikan penyerahan QUAT kepada destinasi wisata se-Kulonprogo ini adalah sebagai upaya pihaknya mendukung transaksi digital saat ini. Sehingga nantinya destinasi wisata maupun kuliner di wilayah tersebut bisa menggunakan sistem pembayaran yang lebih modern.

Rohmad menyampaikan, transaksi digital khususnya dengan QUAT merupakan salah satu sistem pembayaran yang praktis sekaligus aman. Namun tetap bisa diintegrasikan dengan kanal pembayaran yang lain.

“Ini juga untuk menyiapkan kesiapan masyarakat yang bergerak di bidang wisata untuk menerima kunjungan wisata dari manapun,” ujar Rohmad. (inu/bah)

Kulonprogo