RADAR JOGJA – Klaster Sangon di Kokap, Kulonprogo dinyatakan selesai. Sebagai bahan evaluasi, gugus tugas setempat akan meningkatkan pengawasan di tingkat terbawah masyarakat.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan, klaster Sangon dinyatakan selesai setelah 130 warga, yang sebelumnya terkonfirmasi positif, selesai menjalani isolasi di rumah maupun rumah sakit.

Dengan sudah selesainya klaster, kini pihaknya juga telah melonggarkan pembatasan akses atau lockdown yang sebelumnya diterapkan pada wilayah penularan. Sebagaimana diketahui, wilayah klaster Sangon tersebar di empat padukuhan yakni Sangon 1, Sangon 2, Tlogolelo dan Kadigunung.”Klaster Sangon untuk hari ini (kemarin) dinyatakan sudah selesai. Semua warga sudah menyelesaikan isolasi dan tidak penambahan kasus lagi,” ujarnya, Senin (31/5).

Baning menyatakan, terjadinya klaster Sangon menjadi evaluasi tersendiri bagi gugus tugas terkait dengan lemahnya pengawasan kegiatan masyarakat di tingkat desa atau kalurahan. Dia berjanji lebih meningkatkan upaya pengawasan. Khususnya pada kegiatan masyarakat di lapisan terbawah.

Namun demikian, terjadinya klaster menurutnya juga disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan virus. Ia menyebut banyak masyarakat Kulonprogo yang kurang patuh dalam penggunaan masker. Untuk di Kulonprogo, diakuinya, kepatuhan 3M memang rendah dan itu terbukti dengan banyaknya masyarakat yang tidak memakai masker. “Untuk itu, gugus selalu kami tekankan melakukan pemantauan semaksimal mungkin,” ungkap Baning.

Selain kurangnya pengawasan gugus tugas dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan virus. Baning menyampaikan bahwa gugus tugas juga dihadapkan masalah karena tidak adanya shelter atau lokasi khusus isolasi pasien positif.

Sehingga selama ini untuk isolasi klaster besar di Kulonprogo hanya dilakukan di rumah masing-masing warga. Kondisi tersebut menuntut gugus tugas di tingkat desa melakukan pengawasan lebih ketat. “Isolasi di rumah menjadi tantangan tersendiri bagi kami karena memang tidak memiliki shelter. Sehingga kami selalu dorong pengawasan di tingkat desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengimbau, masyarakat agar selalu melakukan upaya pencegahan virus Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan agar kasus konfirmasi di Kulonprogo tidak terus bertambah. Masyarakat harus patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan hingga mengurangi kegiatan yang mengumpulkan massa dengan jumlah banyak. “Harapannya, dengan masyarakat yang patuh terhadap upaya pencegahan virus. Kasus covid-19 di Kulonprogo bisa ditekan,” ujar Fajar. (inu/pra)

Kulonprogo