RADAR JOGJA- Pemprov DIJ dan Kabupaten Kulon Progo tengah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Jalan Bedah Menoreh yang menghubungkan Bandar Udara Yogyakarta International Airport dengan Candi Borobudur.

Pembangunan fisik Jalan Bedah Menoreh dimulai 2021 dan rencananya selesai 2026. Pemkab Kulonprogo kini tengah menunggu kepastian Detail Engineering Design (DED) jalan Bedah Menoreh yang melewati wilayah Kulonprogo. Dimana dalam desain tersebut ada salah satu tahapan pengembangan jalan dari Yogyakarta International Airport (YIA) menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyatakan saat ini tahapan terkait dengan kepastian DED Bedah Menoreh tengah masuk kajian oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIJ.

Dalam perkembangannya pembangunan jalan Bedah Menoreh sampai saat ini sampai pada tahap persiapan pengadaan tanah dan penyusunan analisasi dampak lingkungan

“Oleh pemerintah pusat kami diminta menunggu kepastian desain simpang susun YIA. Sehingga pembangunan jalan Bedah Menoreh sampai saat ini sampai pada tahap persiapan pengadaan tanah dan penyusunan analisasi dampak lingkungan,” katanya kepada wartawan, Rabu (21/4).

Sutedjo menyampaikan, untuk tahapan tersebut pihaknya melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo telah menyusun dokumen perencanaan pengadaan tanah, dokumen persiapan pengadaan tanah dan analisa dampak lingkungan (andal). Ada beberapa titik yang rencananya masuk dalam rancangan DED.

Diantaranya pekerjaan pelebaran jalan serta jembatan Prangkokan – Ngori di Desa Kebonharjo (Samigaluh), pengadaan tanah jalan Prangkokan – Ngori, pembuatan badan jalan jalan Nogosari – SD Tegalsari dan Tegalsari-Prangkokan. Serta pembebasan tanah wakaf yang berlokasi di desa Purwosari.

“Kemudian untuk jalan pengembangan Bedah Menoreh YIA-Borobudur akan dilaksanakan di ruas jalan Prangkokan-Ngori, Samigaluh. Tahap pengadaan tanahnya sudah dilakukan pada 2017-2018 lalu sepanjang 2,65 kilometer,” katanya.

Sementara itu  Kepala DPUPKP Kulonprogo, Gusdi Hartono mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalur Bedah Menoreh bertujuan untuk mempermudah akses wisatawan. Yakni untuk menuju Candi Borobudur melalui YIA di Kulonprogo.

Jalur Bedah Menoreh tersebut diharapkan juga dapat menghidupkan desa-desa yang terdapat obyek wisata. Diantaranya Waduk Sermo, Kali Biru, Kedung Pedut, Gua Kiskendo, Sendratari Sugirwo Subali, Kebun Teh Tritis, Suroloyo, hingga Sendang Sono.

“Pembangunan jalan Bedah Menoreh ini adalah untuk membedah kemiskinan, membedah budaya, hingga membedah pariwisata dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya. (inu/sky)

Kulonprogo