RADAR JOGJA- Pemilihan kepala desa (Pilkades) di kabupaten Kulonprogo rencananya bakal digelar pada 12 September 2021 mendatang.

Sebanyak 68 desa di Kulonprogo bakal melakukan pemilihan lurah (pilur). Dalam pelaksanaannya penyelenggara dituntut menerapkan protokol kesehatan ketat. Agar agenda pemilihan kepala desa tersebut tidak menjadi klaster penularan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD Dalduk dan KB) Kulonprogo, Sudarmanto mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan harmonisasi regulasi terkait dengan aturan pelaksanaan pilur serentak nantinya. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan pemilihan kepala desa tersebut bisa berjalan lancar.

Untuk diketahui, pilur di Kulonprogo sendiri diikuti sebanyak 68 desa. Kemudian pelaksanaannya akan direncakan pada 12 September 2021 mendatang.

Sudarmanto menjelaskan, dari ke-68 desa peserta pilur tersebut ada sebanyak 35 lurah yang telah berakhir masa jabatannya berdasarkan pilur 2015 lalu, kemudian ada 17 lurah yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2019 dan 15 lurah yang masa jabatannya selesai pada tajun 2020. Serta ada satu lurah yang tidak dapat dilantik karena meninggal dunia pada hasil pilur 2018 lalu.

Mengingat pelaksanaannya masih ditengah masa pandemi, dia menyatakan ada beberapa tahapan pilur yang digelar dengan pertimbangan protokol kesehatan. Supaya pelaksanaan pemilihan kepala desa tersebut tidak menjadi klaster penularan.

“Semisal pelaksanaan kampanye dan waktu pemilihan suara. Itu harus menerapkan prokes ketat,” ujarnya disela Rakor persiapan Pilur Kulonprogo, Jumat (16/4).

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami menuturkan bahwa pelaksanaan pilur yang aman ditengah masa pandemi seperti saat ini tidak lepas dari kesadaran seluruh unsur untuk menerapkan prokes. Sehingga dia berharap peserta maupun panitia bisa patuh terhadap upaya pencegahan virus.

“Banyak hal yang harus dipatuhi dan dipedomani serta diantisipasi dalam pelaksanaannya, jangan sampai muncul klaster covid-19 baru”, katanya.

Sementara Bupati Kulonprogo, Sutedjo berharap agar instansi terkait bisa mempersiapkan pelaksanaan pilur secara matang. Mulai dari awal bimtek, seleksi, pelaksanaan hingga pasca pemilihan.

Dia juga berpesan kepada seluruh pihak baik pemerintah, keamanan dan seluruh panitia untuk menjaga kondusifitas. Mengingat ada potensi kerawanan di setiap wilayah yang menyelenggarakan pilur.

“Kita harus persiapkan pola dan teknisnya sebaik mungkin dan terukur, agar saat pelaksanaannya berjalan lancar”, ujarnya. (inu/sky)

Kulonprogo