RADAR JOGJA- Seorang guru di Kulonprogo, Paida, 54, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan seorang remaja di kawasan industri di Kalurahan Tuksono, Kapenawon Sentolo, Kulonprogoro. Kecelakaan maut itu terjadi pada Rabu (7/4) sekitar pukul 19.30 WIB.

Remaja itu berinisial D, 16, warga Kalurahan Wonobroto, Kapanewon Sentolo. Sementara Paida merupakan warga Kalurahan Kaliwiru, Kapanewon Sentolo. Sepeda motor yang mereka kendarai bertabrakan.

Kapolsek Sentolo, Kompol Ngadiran menjelaskan, adapun kronologi kejadian, terang Ngadiran, bermula ketika Paida melaju dari arah timur menggunakan sepeda motor Supra X bernopol AB 5271 OL dan hendak belok ke arah utara. Dari arah belakang  juga melaju D yang menggunakan motor bernopol AB 4333 TL.

Karena jarak keduanya cukup berdekatan, D, tak sanggup menghentikan kendaraannya saat Paida berbelok. Sehingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan Paida terpental.

“Jarak keduanya sudah dekat dan tidak bisa menghindar. Sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas,” ujarnya, Kamis (8/4).

Kompol Ngadiran menambahkan, akibat kecelakaan tersebut Paida mengalami luka-luka yang cukup serius. Diantaranya patah tangan bagian kanan dan luka berat di bagian kepala. Pria yang berprofesi sebagai guru tersebut sempat mendapat perawatan di RSUD Nyi Ageng Serang namun nyawanya tak tertolong.

Sementara terkait dengan kondisi kendaraan, Ngadiran menyatakan bahwa sepeda motor yang terlibat kecelakaan mengalami rusak berat. Untuk kedua kendaraan kini dibawa ke Polsek Sentolo.

“Kedua kendaraan yang rusak parah kami amankan ke Mako Polsek Sentolo guna penyelidikan lebih,”tambahnya.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry menghimbau masyarakat tetap berhati-hati ketika berkendara di jalan. Serta wajib menggunakan perangkat keselamatan yang sesuai standar.

“Adanya insiden kecelakaan ini dapat menjadi pelajaran bersama agar lebih berhati-hati berkendara,” terangnya. (inu/sky)

Kulonprogo