RADAR JOGJA- Rutan Kelas IIB Wates melakukan operasi mendadak (sidak) melibatkan unsur TNI, Polri dan BNNP DIJ, kepada warga binaan dan ruang tahanan , Selasa (6/4).

Kepala Rutan Kelas IIB Wates, Deny Fajaryanto mengatakan,Dari hasil penggeledahan petugas gabungan mendapat barang-barang milik penghuni lapas yang mungkin bisa disalahgunakan, seperti silet cukur, benang rotan, uang koin  dan balok kayu.

Karena berpotensi bisa disalahkan gunakan oleh para warga binaan, barang-barang tersebut kemudian disita.

“Barang-barang tersebut kami sita, karena temuan barang itu bisa mengganggu dan tidak mendukung keamanan di dalam rutan,” ujarnya disela operasi.

Deny menambahkan, sebenarnya Rutan Kelas IIB Wates rutin melakukan operasi penggeledahan kepada tahanan maupun kamar warga binaan. Dalam periode sebulan pihaknya minimal melakukan operasi sebanyak empat kali.

Selama ini, petugas belum pernah menemukan barang-barang berbahaya. Namun pihaknya tetap selalu waspada guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Terhadap temuan yang kami lakukan hari ini, nantinya akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kepada para pemiliknya. Bagaimana barang-barang itu ada di dalam ruangan dan fungsinya,” tambahnya.

Saat ini Rutan Kelas IIB Wates memiliki penghuni sebanyak 47 orang. Mayoritas merupakan narapidana kasus pencurian, disusul perlindungan anak dan pelanggaran obat-obatan terlarang.

Para penghuni rutan juga dilatih dengan membuat kerajinan sapu dan rambut palsu agar tetap produktif. Dari setiap produk yang dihasilkan mereka kemudian diberikan upah.

“Meski mereka adalah warga binaan, tetap kami upayakan supaya tetap produktif,” ujarnya.

Sementara Kasi Intel BNNP DIJ Ambar Songko menyampaikan, para petugas lapas harus waspada terhadap peredaran gelap narkoba di dalam lapas. Walaupun selama ini belum ada temuan di Rutan Kelas IIB Wates.”Untuk kasus peredaran gelap narkoba di dalam Rutan Wates belum pernah terdeteksi. Namun saya harap petugas tetap waspada,”katanya. (inu/sky)

Kulonprogo