RADAR JOGJA – Sekitar 70 persen wisatawan yang terjaring razia di DIJ tak sanggup menunjukkan surat negatif rapid test antigen saat dimintai petugas. Razia tersebut dilakukan oleh petugas termasuk Satpol PP DIJ, Sabtu (2/4).

Koordinator Gugus Tugas Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum DIJ Noviar Rahmad menuturkan, jika dihitung, rata-rata terdapat 15 hingga 20 wisatawan asal luar daerah yang kedapatan tak membawa surat rapid antigen. Seperti diketahui, dokumen rapid test antigen menjadi salah satu syarat perjalanan yang harus dimiliki seseorang saat Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Noviar mengungkapkan, operasi pengecekan surat antigen rutin dilakukan setiap Sabtu dan Minggu. Juga dilaksanakan saat hari libur nasional seperti pada libur Paskah Sabtu (2/4) hingga akhir pekan nanti.”Kami tanyakan kepada wisatawan hasil rapid test antigennya secara acak,” ungkap Noviar.
Jika tak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19, wisatawan akan diminta untuk melakukan pemeriksaan di fasilitas layanan kesehatan terdekat. Kalau tidak mau melakukan pemeriksaan, para wisatawan itu diminta kembali ke daerah asal.
Noviar melanjutkan, mayoritas wisatawan yang terjaring razia berdalih belum mengetahui adanya ketentuan untuk menyertakan surat rapid test antigen saat melakukan perjalanan Setelahnya, petugas akan meminta wisatawan untuk membuat surat pernyataan untuk melakukan pemeriksaan. “Rata-rata malam ada 15-20 tidak bawa surat. Itu kan baru secara acak. Acak saja pas ketemu kami tanyakan,” bebernya.
Terkait pemakaian masker, dalam sehari petugas bisa menemui sekitar 50 pelanggaran. Operasi tersebut dilakukan setiap hari. Noviar menambahkan, operasi pengawasan dilakukan siang dan malam. Pada pagi hari petugas berfokus untuk melakukan razia pemakaian masker. Menjelang malam hari, petugas mulai mengawasi adanya kerumunan, pemakaian masker, hingga surat antigen.
Kepala Dinas Pariwisata DIJ, Singgih Raharjo mengungkapkan, hingga saat ini wisatawan asal luar daerah tetap diwajibkan untuk membawa surat negatif rapid antigen ketika hendak berkunjung ke DIJ.Surat itu juga harus dibawa saat berkunjung ke destinasi wisata maupun ketika menginap di hotel. “Kalau selama PPKM tetap pakai syarat antigen itu. Itu masih berlaku,” terang Singgih. (kur/pra)

Kulonprogo