RADAR JOGJA – Agenda rutin Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIJ melakukan pemantauan harga di berbagai pasar jelang Ramadan. Hasilnya diklaim inflasi di DIJ masih terkendali. Termasuk harga barang kebutuhan pokok yang stabil.

Ada lima pasar yang dipantau oleh TPID DIJ dalam sepekan terakhir. Pasar yang dimaksud adalah Pasar Imogiri, Bantul. Kemudian ada Pasar Gamping Sleman, Pasar Argosari Gunungkidul, Pasar Bendungan Kulonprogo dan sebuah pasar modern di Kota Jogja.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIJ, Tri Saktiyana menyatakan, hasil pemantauan yang dilakukan, secara umum inflasi yang ada di DIJ masih terkendali. “Yang harganya masih agak naik itu cabai. Terutama cabai rawit, tapi belakangan juga turun pada Kamis (25/3) lalu di Kulonprogo sudah Rp 80 ribu satu kilogram,” ujarnya Jumat (26/3).

Beberapa bahan pokok lain juga disebut landai-landai saja harganya. Seperti beras, bawang merah telur dan minyak goreng. Dalam kesempatan itu, Tri juga mengungkapkan beberapa hal yang disampaikan oleh pedagang pasar.

Menurut dia, para pedagang tidak mengeluhkan pasokan bahan dagangan. Namun, yang dikeluhkan adalah pembeli yang menurun cukup drastis. Untuk itu, Tri mendorong masyarakat terutama yang menengah ke atas untuk bisa membelanjakan uangnya terutama di pasar-pasar yang bisa membantu peningkatan ekonomi di DIJ. “Agak berbeda di tahun-tahun sebelumnya, selama pandemi ini mari belanja,” tandasnya.

Mantan Kepala Bappeda Bantul itu menyebut, ada empat kunci yang bisa mempengaruhi tingkat inflasi. Empat kunci itu biasanya disebut 4 K. “Yakni, ketersediaan bahan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setprov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti menyatakan pemantauan seperti ini memang menjadi kegiatan rutin dari TPID DIJ. Selain jelang Ramadan, biasanya pemantauan dilakukan jelang Idul Fitri, jelang Idul Adha, dan jelang Natal dan Tahun baru.
Made mengakui dalam beberapa waktu terakhir harga cabai terutama cabai merah di DIJ sempat melambung tinggi. Namun, itu bisa dikendalikan secara perlahan. Salah satu caranya adalah dengan menggelar lelang-lelang. “Harapannya harga tetap bisa stabil sampai Idul Fitri nanti,” harap Kepala Dinas Perhubungan DIJ itu. (kur/bah)

Kulonprogo