RADAR JOGJA – Sebanyak 23 ribu pelayan publik di Kulonprogo masuk menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Adapun pelayan publik yang dimaksud meliputi pegawai pemerintahan, personil TNI dan Polri, guru, wartawan, pelaku pariwisata, tukang ojek dan pelaku usaha transportasi darat.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan jumlah yang diajukan sebagai penerima vaksin Sinovac itu dimungkinkan dapat terus bertambah. Sebab, hingga saat ini dinas kesehatan masih terus melakukan pendataan terhadap pihak-pihak yang berhak menerima vaksin. “Pada sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini yang belum terdata adalah pada instansi vertikal termasuk karyawan BUMN,” ujar Baning, Kamis (25/2).

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati

Namun demikian, untuk proses vaksinasi nantinya, Baning menyatakan pihaknya tetap mengikuti jumlah vaksin yang akan diterima kabupaten Kulonprogo. Pelaksanaannya pun akan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas penerima vaksin.

Khusu bagi pedagang pasar, Baning menyatakan ada sekitar 3.500 pedagang yang akan menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 tersebut. Dimana, jumlah itu merupakan para pedagang dari 27 pasar yang dikelola pemerintah.

Dijelaskan, pada pelaksanaan vaksinasi di kabupaten Kulonprogo sendiri akan dilakukan dalam dua tahap dengan menunjuk sebanyak 24 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Adapun diantaranya, 21 puskesmas, dua rumah sakit milik pemerintah, satu klinik milik Polri dan rencana akan menambah satu klinik milik TNI.

“Penyuntikan vaksin akan didasarkan pada prioritas dan ketersediaan vaksin yang dikirimkan ke Kulonprogo. Untuk pelaksanaannya ditargetkan pada Maret mendatang,” terang Baning.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana menegaskan bahwa tokoh agama juga akan masuk sebagai penerima vaksin Covid-19. Hal tersebut dilakukan menyusul karena sempat terjadinya klaster kegiatan ibadah di kapanewon Temon beberapa waktu lalu.

Guna mencegah kasus serupa kembali terjadi, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dan mengurangi kontak fisik. Khususnya dalam kegiatan ibadah yang menghadirkan banyak orang.

“Dengan adanya klaster Jangkaran kemarin, tokoh agama juga akan masuk skala prioritas vaksinasi. Jadi orang-orang yang beresiko dan bertemu masyarakat banyak harus jadi prioritas,” ungkap Fajar. (inu/bah)

Kulonprogo