RADAR JOGJA – Kelompok Tani Bangun Karyo di wilayah Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulonprogo kini berhasil mengembangkan komoditas bawang merah di lahan pasir. Hasil panen salah satu bumbu masakan itupun terbilang maskimal dan lebih sedikit hama jika ditanam pada wilayah pesisir.

Ketua Kelompok Tani Bangun Karyo, Sudiro mengatakan, adapun jumlah panen bawang merah yang berhasil dicapai adalah sebesar 24 ton. Dimana dari total keseluruhan lahan pasir seluas 39 hektar, tiap meternya bisa menghasilkan sebanyak 2 ons hingga 1 kilogram bawang merah.

Ia mengungkapkan, para petani lahan pasir juga tidak menyangka bisa menghasilkan panen bawang merah sebesar itu. Mengingat, biasanya lahan pasir cenderung lebih cocok untuk menanam cabai, melon dan semangka.
ā€¯Awalnya petani pesisir itu belum pernah mencoba menanam bawang merah di lahan pasir. Namun di 2020 kami mendapatkan bibit dan ternyata cocok sekali, hasilnya juga bagus,” terang Sudiro saat dihubungi, Selasa (18/2).

Dengan berhasil dikembangkannya bawang merah di lahan pasir ini, Sudiro menyatakan bahwa bawang merah dimungkinkan dapat menjadi komoditas baru bagi kelompok tani di wilayah Garongan. Pihaknya kini pun juga tengah berupaya untuk melakukan perluasan lahan pasir untuk menanam bawang merah.

Kemudian dengan pemasaran, Sudiro menyatakan harga permintaan hasil panen terbilang tinggi dan harga jualnya pun cukup bagus. Pada bawang merah bersih bisa terjual dengan harga 14 – 15 ribu, sementara bawang merah kotor bisa dijual 10 ribu perkilonya.

Lalu untuk kendala, Sudiro menyatakan bahwa pihaknya masih menemui masalah terkait dengan pembibitan. Sebab, terkadang harga bibit mahal dan tak cocok untuk ditanam pada lahan pasir. Namun untuk hama para petani bisa mengatasinya dengan teknologi perangkap lampu.

“Kendalanya itu hanya di pembibitan, karena petani belum tahu hasilnya apalagi terkadang harga bibit juga mahal,” ungkap Sudiro.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho menyampaikan bahwa kedepan pihaknya akan bekerjasama dengan para petani di wilayah pesisir untuk mengembangkan bawang merah. Dengan harapan komoditas tersebut bisa menjadi selingan disamping komoditas utama lahan pasir yakni cabai merah, melon serta semangka. (inu/bah)

Kulonprogo