RADAR JOGJA – Angin kencang melanda sebagian wilayah Kulonprogo Rabu (17/2) siang. Peristiwa ini mengakibatkan banyak pohon tumbang dan menimpa sejumlah bangunan serta jaringan listrik. Di antaranya terjadi di wilayah Kapanewon Temon dan Panjatan.

Di Temon, warung makan Yu Gun yang terletak di pesisir Pantai Glagah, bagian depannya rusak cukup parah karena tertimpa pohon cemara. Kubah Masjid Baitul Munir juga roboh. Selain itu, beberapa pohon tumbang di beberapa titik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Isnaryati, karyawan warung makan Yu Gun mengatakan, hujan lebat disertai angin kencang itu kurang sekitar setengah jam. Saat itu ia yang sedang berada di dalam warung tiba-tiba mendengar suara keras dan mendapati bagian atap warung sudah rusak tertimpa pohon cemara.

Ia menceritakan, saat kejadian sempat ada beberapa pengunjung yang berteduh. Beruntung saat itu mereka bisa menyelamatkan diri saat pohon menimpa bangunan. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari kejadian ini,” ujar Isnaryati saat ditemui Radar Jogja Rabu (17/2).

Sementara pemilik warung Subardi menyebut, peristiwa angin kencang kali ini bisa dibilang yang paling parah. Ia mengungkapkan pada musim hujan tahun-tahun sebelumnya, angin kencang tidak sampai merusak bangunan.
Terkait kerugian yang ditimbulkan dari bencana alam ini, ia mengakui tidak terlalu besar. Ia pun hanya akan menutup warungnya sementara, agar bagian yang rusak bisa dilakukan perbaikan kembali.

“Tahun lalu juga terjadi angin kencang, tapi tidak separah ini. Ya, warung segera kami perbaiki sehingga bisa buka usaha lagi,” ungkap pria yang juga ketua pengelola wisata Pantai Glagah ini.

Di Kapanewon Panjatan, kejadian pohon tumbang diketahui sempat menutup akses jalan karena menimpa tiang listrik. Satu rumah warga di Padukuhan 11, Kalurahan Pleret, juga rusak tertimpa pohon kelapa.

Saksi mata Jumatin mengatakan, pohon kelapa yang tumbang itu menimpa bagian ruang makan. Ia mengaku mendengar suara keras dan langsung melihat bagian belakang rumahnya yang dalam keadaan hancur.
“Tidak ada korban dalam kejadian ini, namun atap rumah mengalami kerusakan cukup parah,” ujar Jumatin. Beruntung saat itu tidak ada orang di dalam ruangan tersebut.

Panewu Panjatan Setiawan Tri Widada mengatakan pihaknya menerima beberapa laporan kejadian pohon tumbang di wilayahnya. Sudah ada empat kejadian yakni di Kalurahan Garongan dan tiga di Kalurahan Pleret.
Saat ini ia masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna upaya penanganan. “Pohon tumbang ada yang menimpa rumah warga, menutup jalan dan menimpa jaringan listrik hingga tiang listriknya patah,” ujar Setiawan. (inu/laz)

Kulonprogo