RADAR JOGJA – Kelompok Tani Margolestari Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo menggelar panen perdana durian yang ditanam di wilayah Embung Kleco Rabu (17/2). Dengan sudah berhasil dikembangkannya durian di wilayah tersebut diharapkan durian produksi petani Kulonprogo bisa bersaing di pasaran.

Bupati Kulonprogo Sutedjo menyebut, untuk saat ini luasan lahan durian di Kulonprogo sudah mencapai 1.891 hektare. Berbagai upaya juga terus dilakukan agar produksi durian asli petani Bumi Menoreh terus meningkat. Di antaranya dengan perluasan lahan dan intensifikasi tanaman.

Upaya tersebut, lanjut Bupati, juga sebagai upaya untuk meningkatkan pamor varietas durian lokal asli Kulonprogo yakni durian menoreh kuning dan menoreh jambon. Beberapa varietas lokal lainnya juga tengah dikembangkan agar bisa menjadi varietas unggul nasional.”Kami saat ini sedang memproses pelepasan beberapa varietas unggul lokal lainnya yaitu durian promasan, durian kendil, durian banjar dan durian cempli,” ujar Sutedjo disela panen perdana Rabu (17/2).

Sutedjo menambahkan, lokasi Embung Kleco dan beberapa kawasan serupa lainnya juga tengah dikembangkan sebagai lokasi agroeduwisata. Di antaranya Embung Tonogoro, kawasan Teh Nglinggo, Agrowisata Bunga Krisan Gerbosari. Beberapa wilayah lainnya juga tengah dikembangkan sebagai agroeduwisata kambing PE dan kelapa.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat memberi nilai lebih yang tinggi bagi para petani dan masyarakat sekitar. Dikarenakan selain sebagai usaha lahan tani, kawasan agroeduwisata juga dapat dijadikan sebagai tempat belajar di bidang pertanian dan destinasi wisata. “Untuk mewujudkan hal tersebut tentu dibutuhkan kolaborasi antar masyarakat dan pemerintah,” imbuh Sutedjo.

Sementara Ketua Kelompok Petani Margolestari Sukadi menyatakan, komoditas durian di embung Kleco sudah dikembangkan sejak enam tahun lalu. Semula, para petani di wilayahnya belum terlalu yakin terhadap produksi durian yang dikembangkan di kawasan tersebut.

Namun seiring dengan terus digiatkannya perawatan dan pemilihan metode tanam yang tepat. Hasil produksi di kawasan embung Kleco kemudian bisa meningkat kualitas dan kuantitasnya. “Sekarang durian di sini sudah mulai bagus dan sebagian besar berhasil. Tapi petani harus lebih giat merawat, karena dilokasi ini banyak tanah padas yang cocok untuk durian,” ungkap Sukadi. (inu/pra)

Kulonprogo