RADAR JOGJA – Selain tingginya kasus Covid-19, masyarakat Kulonprogo juga harus waspada terhadap potensi adanya penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab di awal tahun ini sudah ada catatan sebanyak 17 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kulonprogo, Baning Rahayujati mengungkapkan bahwa pada minggu kedua bulan Januari 2021 ini pihaknya mencatat ada temuan sebanyak 17 kasus DBD. Serta terdapat pula sebanyak 53 kasus suspek DBD.

Meski belum ada kasus kematian, Baning tetap meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi sebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut. Mengingat di tahun sebelumnya, untuk kasus DBD tercatat sudah ada tiga kematian dengan jumlah keseluruhan kasus mencapai lebih dari 300 orang.
“Di minggu kedua awal tahun ini tercatat sudah ada 17 kasus dan kami sangat berharap di tahun ini tidak ada lagi kematian yang diakibatkan oleh DBD,” ujar Baning Minggu (24/1).

Lebih lanjut, Baning menyatakan bahwa potensi penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk ini juga berpotensi tinggi ketika musim hujan. Untuk itu, ia berharap agar masyarakat rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan menerapkan 3M di wilayah masing-masing.

Terlebih pada wilayah dengan temuan kasus cukup banyak, diantaranya kapanewon Wates, Pengasih, Panjatan dan Lebih dari itu, Baning juga berharap masyarakat juga dapat menerapkan dengan perilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. “Pada musim-musim tersebut, kelembapan dan suhu lingkungan membuat bibit penyakit jadi bisa berkembang biak lebih cepat,” ucap Baning.

Dikonfrimasi terpisah, Kepala Puskesmas Wates Eko Damayanti menyatakan bahwa untuk penanganan DBD di wilayahnya, ia sudah melakukan berbagai upaya pencegahan. Mulai dari penanganan pasien dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium. “Para kader dan supervisi Pokjamal DB kapanewon juga melakukan pemantauan jentik di setiap wilayah,” imbuhnya. (inu/bah)

Kulonprogo