RADAR JOGJA – Proyek pekerjaan Yogyakarta International Airport (YIA) masih berdampak ke warga Desa Glagah Kapanewon Temon. Mereka protes karena rusaknya jalan akibat proyek. Karena tak kunjung diperbaiki, warga melakukan perbaikan jalan secara swadaya pada Minggu malam (10/1). Karena sudah banyak kecelakaan di ruas jalan itu.

Tokoh pemuda setempat, Bayu Puspo Pangaribowo mengatakan, perbaikan jalan swadaya tersebut dilakukan atas inisiatif warga setempat dan bentuk protes kepada pemerintah karena tak kunjung ada perbaikan. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan jalan yang berada di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) itu sudah terjadi bertahun-tahun dan kerab menimbulkan kecelakaan.

Bayu menyebut, adanya proyek bandara YIA sebagai penyebab utama kerusakan jalan itu. Terlebih sejak 2018 lalu, jalan tersebut sering dilewati kendaraan besar seperti truk pengangkut pasir dan semacamnya. Adapun kerusakan ditaksir mencapai panjang satu kilometer. “Proses perbaikan jalan kami lakukan dengan mengisi jalan rusak dan berlubang dengan campuran semen, pasir serta kricak. Perbaikan ini sifatnya sementara, sehingga warga berharap pemerintah peduli dengan kondisi jalan tersebut,” ujar Bayu Senin (11/1).

Warga Glagah lainnya Agus mengaku, kerusakan sudah terjadi cukup lama. Ia pun sempat menjadi korban atas rusaknya jalan tersebut.”Saya sempat terjatuh akibat terjerembab lubang jalan saat mengendarai sepeda motor,” terang Agus.
Agus menerangkan, akibat rusaknya jalan tak hanya dia saja yang jadi korban.

Beberapa pengendara lain dari luar desa bahkan sering menjadi korban kecelakaan akibat lubang-lubang di ruas jalan itu. Hal itu juga, karena ruas jalan tersebut merupakan jalur alternatif dan merupakan akses vital. Ia pun berharap agar segera ada perbaikan secara permanen.”Apalagi ruas jalan ini dekat dengan bandara YIA. Sehingga sangat sering dilewati,” ungkapnya. (inu/pra)

Kulonprogo