RADAR JOGJA – Warga Sorogenen Padukuhan Galur Kulonprogo berhasil membudidayakan salah satu nanas langka berjenis Medusa. Dalam pengembangan tanaman buah ini, masyarakat dibantu Kepolisian Babinkamtibmas Nomporejo.

Pembudidaya nanas, Sumartinah,43 mengatakan bahwa nanas Medusa atau Mahkota merupakan jenis nanas hutan yang bisa dikembangkan dan memiliki berbagai kelebihan. Diantaranya, produksi buahnya yang banyak karena dalam satu pohon bisa menghasilkan 8-12 buah sekali panen.

Disamping produksi buahnya yang banyak, nanas Medusa juga lebih mudah dalam perawatan karena tahan dengan kondisi minim air. Selain itu, nanas Medusa hasil panennya pun wangi, memiliki tekstur yang renyah dan rasa yang lebih manis dari nanas biasa.

Kelebihan lainnya, biji dari nanas Medusa juga dapat menjadi pengawet alami. Sehingga produk olahan dari nanas ini bisa lebih tahan lama dari olahan nanas biasa. “Hasil panennya bisa kami buat menjadi olahan salad, rujak dan selai. Penjualannya juga cukup bagus dan lebih awet. Untuk selai bahkan bisa awet sampai 2 bulan tanpa kulkas,” ujar Sumartinah, Selasa (17/11).

Sayangnya, meski peluang budidaya nanas ini terbilang cukup bagus. Sumartinah menyatakan perhatian pemerintah terhadap petani nanas Medusa terbilang masih rendah dan dalam pengembangan bibitnya para pembudidaya masih melakukannya secara swadaya.

Beruntung, berkat perhatian Babinkamtibmas Nomporejo Aidpa Ferry Novbrito kini masyarakat bisa melakukan budidaya nanas Medusa secara maksimal. “Kami dikasih tahu Pak Ferry tentang manfaat pupuk organiknya dan lain-lain. Sehingga kini kami bisa melakukan pengembangan,” terang Sumartinah.
Kepada Radar Jogja, Ferry menyatakan bahwa ia melakukan pendampingan kepada masyarakat tentang media tanaman dan pupuk non kimia terhitung sejak tahun 2016 lalu. Selain melakukan pendampingan dalam budidaya, Ferry menyatakan bahwa pihaknya juga sudah bekerjasama dengan pemerintah setempat dalam hal pengembangan wisata edukasi berbasis budidaya nanas langka itu.

“Ke depan kami bersama pemerintah desa juga akan mengembangkan wisata edukasi dari nanas ini, agar nanti bisa meningkatkan pendapatan warga Nomporejo,” terang Ferry.

Sementara Kasubditbintibluh Binmas Polda DIJ, AKBP Sinungwati mengatakan inovasi yang telah dilakukan oleh personilnya bisa menjadi salah satu solusi ditengah pandemi Covid-19 ini. Khususnya di bidang ketahanan pangan bagi masyarakat. “Ini inovasi yang sangat bagus karena dimasa pandemi ini sangat butuh ketahanan pangan tanpa harus bergantung terhadap pupuk kimia,” ujar Sinung, sapaan akrabnya. (inu/bah)

Kulonprogo