RADAR JOGJA – Lama mangkrak, Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Wates, Kulonprogo mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Itu ditandai dengan kehadiran Deputi Bidang Koordinator Pertahanan Negara Asdep 4/IV Pertahanan Negara, Kementrian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkop Polhukam), Brigjend TNI Suparjo di Pelabuhan Tanjung Adikarto.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, Tanjung Adikarto awalnya difungsikan sebagai pendaratan ikan. Namun sejauh ini belum bisa operasional karena belum bisa dimasuki kapal. ”Ada beberapa kendala yang belum terselesaikan, salah satunya belum terselesaikannya pembangunan pemecah ombak di sisi barat dan timur,” jelas Tedjo saat melakukan pendampingan Kamis (5/11).

Dijelaskan, proyek pelabuhan ini dibangun sejak 2004.  Selama 15 tahun belum selesai. Diharapkan persoalan ini dapat dibawa ke tingkat pusat. Sehingga, dapat dikoordinasikan dengan berbagai kementrian. ”Semoga bisa terselesaikan pembangunannya dan segera beroperasi serta pemanfaatan dari pelabuhan dapat segera dirasakan sesuai dengan niat awal program pembangunan pelabuhan,” harapnya.

Lama terbengkalai, dikatakan beberapa gedung juga perlu direnovasi karena ada yang sudah rusak. ”Pemkab tentu mendukung dan menyambut baik kunjungan ini, semoga segera ditindaklanjuti lebih serius,” jelasnya.

Brigjen TNI Suparjo mengatakan peninjauan sebagai tindak lanjut rakor sinkronisasi penataan gelar kekuatan pertahanan dan keamanan dengan pembangunan nasional di DIJ. ”Kami juga ingin tahu kenapa kok pembangunan sampai saat ini belum tuntas,” kata Suparjo.

Setelah melihat situasi di lapangan, dia berjanji akan segera menindaklanjuti. Dikatakan pihaknya akan segera melaporkan kondisi yang ada di Tanjung Adikarto. Dikatakan, rakor sudah dibahas melibatkan Pemprov DIJ dan Pemkab Kulonprogo karena mengangkut kewilayahan. ”Pelabuhan ini sangat strategis, ada bandara juga,” tegasnya. (tom/bah)

Kulonprogo