RADAR JOGJA – Untuk mengantisipasi banjir di Bandara YIA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun pengendali banjir. Saat ini realisasi pembangunan masih menunggu pembebasan lahan.

“Untuk banjir di area sekitar bandara, kami sudah mulai kontraktual di tahun ini, tepatnya di Oktober ini. Hanya kami masih menunggu pembebasan tanah,” kata Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Serayu Opak, Yosiandi Radi Wicaksono dalam media gathering Kementrian PUPR, di Sleman pada Selasa (27/10).

Yosi mengatakan, pihaknya akan menargetkan pengendali banjir tersebut tiga tahun ke depan akan selesai. “Tapi tergantung masalah tanah tadi,” katanya.

Dia mengatakan, pembebasan tanah tersebut juga dibutuhkan untuk pembangunan tanggul di kanan kiri Sungai Bogowonto. Sebab, pihaknya juga membangun sejumlah prasarana pengendali banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto dan Serang.

“Termasuk ada beberapa relokasi kantor daerah, yakni Basarnas masih kami proses untuk relokasi. Jadi target tiga sampai empat tahun tuntas,” sebut dia.

Dikatakan, saat ini masih disusun untuk proses pengadaan tanahnya. Hal tersebut disebabkan adanya beberapa perubahan. ”Kemarin ada yang sudah nyata-nyata menolak jadi kami relokasi, sehingga kami kalkulasi ulang,” imbuh Yosi.

Untuk yang menolak, jelasnya, ada di area Sungai Serang. Yakni, kurang lebih 10 hektar. “Hanya itu masih kami kalkulasi ulang, belum bisa bicara angka pastinya,” ungkapnya.

Disebutkan, selama ini untuk pengendali banjir masih menggunakan sungai. Hal serupa juga dilakukan di YIA. Dengan membuatkan tanggul di kanan dan kirinya. ”Ada yang menggunakan timbunan tanah, ada juga yang pakai parapet beton,” jelasnya.

Penanggulangan banjir, juga menggunakan beberapa kolam retensi. Itu untuk mengantisipasi kejadian banjir ”Untuk debit banjir 50 tahunan,” katanya.

Dikatakan, pihaknya juga akan membangun pengendali abrasi di selatan bandara. Namun, belum dilakukan kontruksi  karena terhalang dana. Sehingga, pemerintah hanya fokus terlebih dahulu ke penanganan banjir di Bandara YIA. (cr1/bah)

Kulonprogo