RADAR JOGJA – Jogja Agro Techno Park (JATP) milik Pemprov DIJ di Dusun Kemiri, Kalurahan Wijilan, Kapanewon Nanggulan dinilai mangkrak dan minim fasilitas pendukung wisata. Kehadiran taman wisata edukasi ini juga belum memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo Isatana mengatakan, hasil monitoring menemukan adanya pagar seng yang menutup kawasan tersebut. Padahal pada 2019, JATP sudah dibuka untuk umum. Kehadiran taman wisata yang mulai dibangun pada 2018 itu sempat viral dan banyak didatangi wisatawan. “Terus terang kami kaget kok ditutup pagar seng. Tidak hanya jelek banget tetapi juga menjadi pertanyaan kami, sebetulnya JATP sudah dibuka atau belum, padahal sempat viral banget, kenapa sekarang kaya gini,” ucapnya, Minggu (25/10).

Kondisi kawasan JATP juga didapati fasilitas pendukung wisata yang masih sangat minim, toilet tidak ada, padahal fasilitas itu penting untuk menunjang kenyamanan wisatawan. “Jika hal itu tidak segera dibenahi, kami khawatir justru akan memperburuk citra wisata Kulonprogo,” tegasnya.

Menurut dia, pihak pengelola kurang melakukan koordinasi dengan pemerintah kalurahan dan masyarakat sekitar. Bahkan ia menyebut, warga di Wijilan tidak tahu tujuan didirikannya JATP. Seharusnya, pengelola lebih melibatkan masyarakat sekitar untuk membentuk kelompok-kelompok sadar wisata.”Koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat sekitar itu sangat penting sehingga pemberdayaan masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.

Dijelaskan, kondisi JATP  jika dibiarkan tidak terurus sangat disayangkan, sebab sangat potensial menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan. Terlebih kawasan Nanggulan yang berada di Tengah wilayah Kulonprogo relatif tidak terlalu banyak obyek wisata dibandingkan kapanewon lain di sisi utara seperti Girimulyo, Kalibawang, Kokap dan Samigaluh. “Jika merujuk web Dinas Pariwisata Kulonprogo, JATP merupakan komplek terpadu yang dibangun Pemprov DIJ pada 2018 sebagai sarana media edukasi pertanian pada masyarakat. Tempat ini menjadi kawasan dengan fasilitas Agribisnis dan Agrotourism,” jelasnya.

Disebutkan, fungsi JATP antara lain sebagai Unit Pembelajaran (inkubator) agribisnis, Menumbuhkembangkan wirausahawan agribisnis (diversifikasi produk pertanian) dan Lembaga pelatihan dan percontohan, precision/modern farming, sustainable farming, urban farming, organic farming, corporate farming dan lainnya. (tom/pra)

Kulonprogo