RADAR JOGJA – Jembatan bambu penghubung Dusun Temben, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo dengan Dusun Manukan, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul hanyut terbawa aliran Sungai Progo. Peristiwa berlangsung sangat cepat. Beruntung, tidak ada warga yang melintas saat banjir datang menyapu jembatan.

Pengelola Jembatan Sesek, Sumarno, mengatakan, banjir terjadi pada Rabu (21/10) sekitar pukul 08.00.  Sungai Progo meluap setelah hujan lebat berlangsung semalam. “Banjirnya termasuk besar, tingginya sekitar 1,5 meter dari lantai jembatan, akibatnya jembatan jebol dan ikut hanyut terbawa arus,” katanya, Kamis (22/10).

Warga Ngentakrejo ini menjelaskan, peristiwa berlangsung sangat cepat. Jembatan sepanjang 100 meter dengan lebar 1,8 meter lenyap seketika. Kerangka jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu hanyut juga amblas terbawa aliran sungai. “Paling cuma setengah jam jembatan langsung hilang tidak tersisa,” jelasnya.

Menurutnya, amblasnya jembatan sasak bambu membuat aksesibilitas warga Kulonprogo dan Bantul terhambat. Sebab, jembatan tersebut merupakan jalur alternatif penyeberangan warga Ngentakrejo yang ingin ke Bantul, maupun sebaliknya. “Kalau memutar lewat Kamijoro sekitar 2 kilometer, lewat sini memotong kompas,” ujarnya.

Sumarno menyebut, total kerugian materi akibat peristiwa ini mencapai Rp 50 juta. Ironisnya lagi, jembatan sasak bambu itu baru dibuat sekitar empat bulan. Pembangunannya pun secara swadaya oleh warga Ngentakrejo. Setiap warga yang mengakses jembatan ditarik Rp2 ribu per orang. Sementara dalam sehari, pengelola bisa meraup uang sebesar Rp1 juta yang hasilnya dibagi untuk petugas jaga, sebagai upah kerja.

“Kami belum ada rencana membangun kembali Jembatan Sesek. Mungkin tahun depan saat musim kemarau. Peristiwa ini bukan kali pertama, setiap pergantian musim kemarau ke penghujan jembatan hanyut, setelah itu bangun lagi, cuma kalau ini banjir datang tiba-tiba sehingga tidak ada material jembatan yang bisa digunakan,” ujarnya.

Lurah Ngentakrejo, Sumardi mengungkapkan, pihak kalurahan saat ini belum bisa memberikan bantuan apa-apa, dikarenakan keterbatasan anggaran. Rencana jangka panjang akan dibangun jembatan permanen di lokasi tersebut. Namun sejauh ini belum ada kejelasan meskipun juga sudah dimasukkan ke dalam RPJMDes.

“Rencana itu juga sudah diusulkan kepada Pemkab Kulonprogo melalui DPRD. Namun sampai hari ini belum ada kejelasan,” ungkapnya. (tom/bah)

Kulonprogo