RADAR JOGJA – Pengetahuan tentang pelayanan wisatawan menjadi kunci para pelaku agar destinasi wisata terkelola dengan baik. Khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) adaptasi kebiasan baru (AKB) di masa pandemi Covid-19.

Pernyataan itu ditegaskan Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan, Badan Otorita Borobudur (BOB), Bisma Jatmika dalam pelatihan SDM pariwisata di Objek Wisata Bukit Pule Payung, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kulonprogo, kemarin (20/10). SOP dibuat bersama antara masyarakat pengelola dan mentor atau tenaga ahli dari lembaga sertifikasi yang digandeng BOB diantaranya Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Pariwisata Bhakti Mandiri Wisata Indonesia (BMWI).

Sebanyak 20 peserta yang seluruhnya merupakan SDM Pule Payung mendapat  sosialisasi aturan dalam AKB. ”Hasilnya akan disampaikan kepada gugus tugas penanganan Covid-19 Kulonprogo untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Menurutnya, Pule Payung dipilih sebagai sasaran pelatihan karena pihaknya melihat pamor destinasi wisata Pule Payung sangat menarik perhatian masyarakat. Jumlah pengikut di akun instagram Pule Payung bahkan sudah mencapai 12.000 orang. “Di samping itu, pihak pengelola juga memiliki komitmen kuat untuk mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulonprogo, Joko Mursito menambahkan, pemilihan Pule payung sebagai lokasi kegiatan ini sudah tepat. Sebab memiliki tingkat kunjungan yang tinggi dibandingkan obwis lain di Kulonprogo. Destinasi ini juga sudah melakukan program visiting Jogja dengan sistem pembayaran non tunai. “Belum lama ini Pule Payung juga dapat penghargaan dari Kemenparekraf di hari Pariwisata Dunia,” ucapnya. (tom/bah)

Kulonprogo