RADAR JOGJA – Ibu tiga anak AA, 33, warga Siraman, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul ditangkap polisi dalam kasus penipuan bermodus menggadaikan mobil. Tersangka dijerat pasal 378 KUHP dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo Iptu I Nengah Jefri mengatakan, AA melancarkan aksi penipuan bersama rekannya JS pada Mei 2020 lalu. Tersangka JS sudah tertangkap dan kini ditahan di Polres Gunungkidul dalam perkara lain.

Dalam aksinya, AA menyuruh JS untuk menggadaikan mobil Toyota Avanza hitam bernopol AB 1043 BW lewat Facebook pada awal Mei 2020. Postingan itu menarik minat korban, D, yang kemudian menghubungi pelaku melalui WhatsApp pada Kamis, 28 Mei 2020 pagi. “Setelah dilakukan komunikasi, disepakati bahwa mobil tersebut digadaikan sebesar Rp 18 juta,” kata Jefri, Kamis (14/10)

Dijelaskan, korban dan pelaku kemudian membuat janji bertemu menyerahkan mobil di Jalan Wates-Purworejo, Glagah, Temon, Kulonprogo, tepatnya depan Yogyakarta International Airport (YIA). “Pertemuan ini dilakukan pada hari yang sama, tapi malam hari, tepatnya pukul 23.00. Setelah serah terima mobil, korban kemudian men-transfer uang ke rekening milik pelaku,” jelasnya.

Namun, sepekan pasca-pertemuan itu, pelaku datang ke rumah korban dengan alasan akan meminjam mobil itu untuk dibayarkan pajaknya. Sebagai jaminan AA di tinggal di rumah korban. Nah ketika menunggu dijemput,  AA, minta kepada anak korban untuk mengantarkannya ke ATM di wilayah Grabag Purworejo, guna mengambil uang. “Kesempatan itu dilakukan AA untuk kabur,” ucapnya.

Korban kemudian berupaya menghubungi pelaku dengan cara menelpon, namun ternyata nomor itu sudah tidak aktif. Merasa ditipu, korban kemudian melaporkan peristiwa ini kepada kepolisian. “Dari tangan tersangka kami mendapatkan barang bukti berupa laporan transfer transaksi mobil dan screenshot percakapan WhatsApp dengan korban,” katanya.

Di hadapan petugas, AA mengakui semua perbuatannya. Mobil yang digadaikan kepada korban merupakan mobil temannya yang disewa. Dia mengaku takut mobil itu hilang dan akhirnya nekat mengambil dengan menipu korban. Dalam aksi ini, AA mendapatkan jatah uang hasil penipuan Rp 8 juta yang habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan.

“Sisanya Rp10 saya berikan kepada JS, uang Rp 8 juta itu saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya. (tom/pra)

Kulonprogo