RADAR JOGJA – Ketatnya penjagaan di Yogyakarta Intenational Airport bukan jaminan terbebas dari kawanan pencuri. Buktinya, delapan panel listrik air circuit breaker (ACB) seharga Rp 624 juta raib digondol maling. Tiga dari tujuh pelaku berhasil ditangkap, sedangkan empat lainnya masih buron.

Tujuh pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian ini yakni Remon,50, warga Jakarta Barat; Harno, 40, warga Jakarta Utara; Andi Suparyono, 32, warga Sumatera Selatan; Imam, 40, warga Bogor; Arif, 30, warga Pemalang; Slamet, 30, warga Pemalang dan Yanto, 38, warga Bogor.

Dari para pelaku, Imam, Arif, Slamet dan Yanto yang masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan mengatakan, kronologis pencurian itu bermula pada 6 Juli, menyaru sebagai tenaga proyek mereka berhasil masuk dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Rompi, helm dan sepatu proyek digunakan guna mengelabui petugas keamanan. “Para pelaku masuk ke Gedung Mezzanine di area proyek pembangunan bandara sekira pukul 06.30,” katanya, Senin (12/10).

Dijelaskan, sebelum melancarkan aksi, kawanan pencuri ini bertemu di SPBU Kedundang menyusun rencana. Menggunakan mobil hitam mereka masuk area proyek YIA, tepatnya melewati pintu utama paling barat. Tersangka Harno dan Andi bertugas mengawasi keadaan di lantai bawah, sedangkan Remon, Imam, Slamet, Arif dan Yanto beraksi di lantai dua. ”Mereka membawa kabur ACB sebanyak delapan unit,” jelasnya.

Setelah mendapatkan barang curian, kawanan ini berpisah. Barang hasil curian dibawa Arif, Yanto dan Slamet ke Jakarta untuk dijual. Delapan ACB senilai Rp 624 juta itu hanya dijual Rp 10,5 juta. Masing-masing kemudian mendapat bagian Rp 1,5 juta. ”Ketiga pelaku ini kami tangkap di Jakarta berikut barang bukti rompi, helm dan sepatu proyek serta empat pelat besi dudukan panel ACB,” ucapnya.

Dihadapan petugas, salah satu tersangka pencurian, Harno mengaku selama ini bekerja sebagai tukang alumunium. Ia memutuskan ikut mencuri karena butuh uang untuk bayar sekolah anak. Saat beraksi, Harno bertugas mengawasi keadaan di lantai bawah saat kawan-kawannya beraksi di lantai dua. “Saya dapat bagian uang Rp 1,5 juta. Saya gunakan untuk bayar sekolah anak mau ujian,” kilahnya.

Akibat aksi yang dilakukan, mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (tom/bah)

Kulonprogo