RADAR JOGJA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bapennas) RI, Suharso Monoarfa memiliki harapan besar terhadap Yogyakarta International Airport (YIA) di Temon, Kulonprogo dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pernyataan itu ditegaskan saat meninjau sarana dan prasarana di bandara setempat, Minggu (11/10).

”YIA merupakan bandara internasional yang menjadi titik kumpul logistik dari selatan Jawa khususnya Jawa Tengah. Jika ada produk-produk yang berorientasi ekspor harus dengan cepat ditangani. itu berimplikasi dalam pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah bagian selatan dan DIJ,” katanya.

TERTARIK: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bapennas) RI, Suharso Monoarfa saat meninjau YIA, Temon, Kulonprogo,.(HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)

Dijelaskan, tingginya mobilitas YIA juga akan membuka peluang dan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat Jogjakarta umumnya dan Kulonprogo pada khususnya. Termasuk sektor pariwisata, kendati masih masa pandemi Covid-19 sektor pariwisata tidak boleh diam. ”Sektor pariwisata saat ini lebih mengandalkan quality tourism. Seperti di banyak negara lainnya, saat ini wisatawan dengan kapasitas kecil atau family tourism lebih menjanjikan dibandingkan paket wisata yang hanya menambah tingkat kunjungan bukan kualitas kunjungan,” jelasnya.

Menurutnya, seperti halnya Bali, Jogjakarta juga memiliki banyak sekali potensi wisata yang terus tumbuh berkembang menjadi daerah kunjungan wisata. Jogjakarta banyak kesenian yang atraktif dan juga pemandangan alam yang sangat menarik untuk dikunjungi.

”Budaya atau kultur peninggalan masa lalu di Jogja masih terjaga. Ini menjadi sesuatu daya tarik tourism, tadi saya mengunjung stan UMKM juga banyak sekali karya seni yang dibuat masyarakat lokal, dan menarik,” ujarnya.

Pts General Manager YIA, PT Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama mengatakan, salah satu yang saat ini masih dibutuhkan YIA yakni moda transportasi pendukung menuju bandara. Sejumlah maskapai asing juga kerap menanyakan terkait akses jalan bebas hambatan menuju kota maupun destinasi wisata yang ada di Jogjakarta. ”Itu menjadi catatan dari maskapai penerbangan internasional. Kalau perkembangan penumpang di YIA saat ini masih relatif normal, sekitar 3-4 ribu penumpang dengan jumlah penerbangan antara 30-40 jumlah penerbangan per hari,” ungkapnya.

Menyasar wisatawan asing, penerbangan internasional yang kini sudah mengantongi izin rute di YIA yakni Singapura dan Malaysia. Sedikitnya ada tiga penerbangan dalam sebulan itu termasuk lumayan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. ”Harapannya pandemi segera berlalu dan kondisi normal, wisatawan bisa lebih banyak datang ke Jogjakarta dan sekitarnya. YIA sendiri kini juga sudah menjadi destinasi wisata, setiap sabtu dan minggu banyak yang datang kesini untuk berwisata, tentunya tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya. (tom/bah)

Kulonprogo