RADAR JOGJA – Jumlah penderita Covid-19 di Kulonprogo berangsur turun. Dari total 199 orang yang terkonfirmasi positif, 135 di antaranya dinyatakan sembuh, tinggal menyisakan 59 pasien dalam perawatan dan lima meninggal dunia.

”Kendati demikian untuk perkembangan kasus harian masih ada peningkatan meski tidak terlalu signifikan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, Minggu  (11/10).

Dijelaskan, pada awal pandemi, penambahan kasus Covid-19 di Kulonprogo setiap harinya paling banyak tiga orang. Akan tetapi memasuki September, terjadi peningkatan jumlah kasus baru menjadi sekitar 10 orang per hari.

Lonjakan kasus harian tersebut tidak terlepas dari munculnya klaster di Kulonprogo, salah satunya adalah klaster arisan di Dusun Tlogolelo, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap. “Pada September memang sangat tinggi karena ada klaster, jadi kesimpulannya Kulonprogo mengalami kenaikan kasus, tapi secara umum jumlah penderitanya turun karena sembuh,” jelasnya.

Menurutnya, guna menekan laju peningkatan kasus Covid-19 di Kulonprogo, masyarakat tetap diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat harus disiplin dalam pemakaian masker, jaga jarak, hindari kerumunan serta rajin mencuci tangan dengan air mengalir. “Hanya langkah itulah yang saat ini paling ampuh menangkal penularan Covid-19 sampai nanti vaksin virus ditemukan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami menambahkan, kebijakan penanganan penderita Covid-19 di Kulonprogo saat ini dibagi menjadi tiga bagian, yakni perawatan di rumah sakit rujukan, perawatan di RST, dan isolasi mandiri di rumah. Untuk pelaksanaan isolasi mandiri diawasi langsung oleh Dinkes dibantu satgas Covid-19 tingkat kalurahan.

Ditegaskan, rumah sakit rujukan ditunjukkan bagi penderita yang sudah terkonfirmasi positif dengan gejala sedang ataupun berat. Untuk RST dikhususkan kepada pasien dengan kondisi tidak ada gejala sampai dengan ringan. ” Karena di sana tidak ada pelayanan medis seperti halnya di rumah sakit rujukan,” jelasnya.

Sementara untuk isolasi rumah dilaksanakan di bawah pantauan dinkes. Hal ini juga dipertimbangkaan dengan lokasi yang sudah memenuhi syarat untuk menjalani isolasi mandiri. ”Seperti misalnya memiliki dua kamar mandi terpisah dan kamar sendiri yang tidak gabung dengan anggota keluarga lain,” tegasnya. (tom/bah)

Kulonprogo