RADAR JOGJA – Proyek pembangunan jalur kereta api (KA) bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di wilayah Dusun Siwates, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon kembali dilanjutkan. Sebelumnya, proyek PT KAI itu sempat terhenti akibat persoalan ganti rugi yang belum beres.

Proyek pembangunan jalur KA bandara YIA sempat diprotes Mardisusanto, 72, warga Dusun Balong, Kaligintung, Temon dan anaknya Aslam Fajari. Warga sempat menyegel proyek yang berada di Dusun Siwates, Kalurahan Kaligintung, Kapanewon Temon, Jumat (25/9). Warga pemilik lahan bahkan sempat memasang tali serta spanduk yang intinya meminta pekerjaan proyek dihentikan terlebih dahulu.

Aslan Fajari menegaskan, nominal ganti rugi yang berlum diterimakan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp 341 juta. Sebelum dibayarkan ia meminta pekerjaan jangan dilanjutkan terlebih dahulu. Hingga akhirnya audiensi dilakukan dengan dibantu Satgas Pembangunan Jalur KA YIA Desa Kaligintung.

“Saya dan pelaksana proyek ditemukan, dan saya sudah menyelesaikan permasahan tersebut dengan PT, setelah paham saya menyatakan semua sudah kelar,” ucap Aslam, Minggu (27/9).

Koordinator Proyek Pembangunan Jalur KA Bandara, PT Istaka Catur Mina, Taufik menjelaskan, permasalahan yang sempat muncul sebetulnya hanya salah paham. Pemilik lahan, Mardisusanto, 72 dan anaknya, Aslam Fajari, warga Dusun Balong, Kelurahan Kaligintung, Kapanewon Temon intinya menuntut pembayaran ganti rugi segera diselesaikan.

Dalam permasalahan tersebut, pihaknya (PT Istaka Catur Mina KSO) tidak memiliki kewenangan terkait ganti rugi, sebab itu menjadi ranah kebijakan Kementrian Perhubungan dalam hal ini PT KAI dan jajarannya. Pihaknya hanya sebatas mengerjakan tugas membangun pondasi jalur kereta sesuai target dan lokasi yang sudah ditentukan.

“Setahu kami juga sudah beres ganti ruginya. Setelah kami tahu itu belum dibayar kami juga langsung menghentikan aktivitas pekerjaan di lahan milik warga yang bersangkutan. Namun sekarang sudah clear semua. Dibantu satgas desa, duduk permasalahannya telah dijelaskan dengan gamblang, dan proyek sudah bisa dilanjutkan kembali,” jelasnya.

Ditegaskan, sebagai pelaksana proyek pihaknya juga berharap pembayaran ganti rugi lahan warga yang bersangkutan bisa segera dibereskan. Sebab berdasarkan kontrak kerja, pihaknya memiliki tenggat waktu penyelesaian proyek pada 31 Desember 2021 mendatang.

Dalam pembangunan jalur KA Bandara YIA, pihaknya mendapat dua paket pengerjaan. Pertama, pengurugan lahan dari Kalurahan Kulur sampai dengan Kaligintung, Temon. Kedua pengeboran dan pemasangan tiang pancang. “Sampai hari ini progresnya sudah 42,5 persen, semoga proyek ini bisa berjalan lancar,” tegasnya. (tom/bah)

Kulonprogo