RADAR JOGJA – Puluhan orang terjaring razia yustisi di lingkungan Pemkab Kulonprogo, Kamis (17/9). Warga dan aparatur sipil negara (ASN) yang kedapatan tidak membawa masker atau membawa tetapi tidak dikenakan secara benar diberi sanksi kerja sosial seperti menyapu, menyiram tanaman hingga mengepel lantai.

Razia dilakukan petugas gabungan Satpol PP, TNI/Polri dengan merekayasa lalu lintas jalan di depan halaman Pemkab Kulonorogo menjadi satu arah. Mereka yang terkena razia juga dicatat identitasnya dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

EFEK JERA: ASN yang kedapatan melanggar Prokes Covid-19 tidak mengenakan atau memakai masker dengan benar mendapat sanki sosial menyapu lantai perkantoran di lingkungan Pemkab Kulonprogo,( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA )

Dalam menjalankan sanksi sosial, warga dan ASN yang terkena razia diminta mengenakan rompi oranye dan mengenakan papan yang bertuliskan pelanggar protokol kesehatan. Razia penegakan yustisi ini akan terus dilakukan secara insidental oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 agar tumbuh kesadaran dan kepatuhan akan pentingnya prokes di masa pandemi.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyayangkan masih ada warga masyarakat terlebih ASN yang terkena razia. Sedikitnya ada tiga orang ASN dan 34 warga umum yang terkena razia. Semua didata dan dikenai sanksi kerja sosial.

Dia berharap, masyarakat termasuk ASN, untuk benar-benar melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan penuh kesadaran. ”jangan pakai masker karena takut razia tetapi untuk kesehatan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Menurutnya, menghadapi masa pandemi siapapun tidak boleh egois, memikirkan diri sendiri, merasa sehat kemudian abai tidak mengenakan masker, sebab mengenakan masker untuk saat ini adalah wajib hukumnya. “Mari bersama-sama menjaga kesehatan, jangan egois,” ujarnya.

Septi Widiyanti, mengungkapkan, ia terkena razia sepulang dari pasar. Awalnya ia mengira razia untuk SIM, sebab ada Polisi, Satpol PP juga TNI. Setelah terkena razia ia diminta untuk menyiram tanaman sebagai sanksi sosial.

“saya rasa ini bagus untuk mengingatkan saya pribadi agar tidak mengulangi, saya sadar masker untuk dipakai dimana saja, jadi ya bagus, kadang orang perlu diingatkan lagi supaya tidak lalai,” ungkapnya. (tom/bhn)

Kulonprogo