RADAR JOGJA – BPJS Ketenagakerjaan Kulonprogo akan memberikan upah kepada pekerja yang sudah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan melalui Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kementerian Ketenagakerjaan. Pemetaan siapa saja tenaga kerja yang bakal mendapatkan telah dilakukan.

Kepala BPJS Kulonprogo, Taufiq Nurrahman menyatakan, pihaknya diberi tengat waktu seminggu hingga 15 Agustus 2020 mendatang. Dimana guru honorer mendapat prioritas. Di Kulonprogo ada 2.500 orang guru honorer, selain guru honorer perangkat desa juga akan mendapatkan bantua jika diizinkan.”Kami hanya memfasilitasi data saja. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenker) yang akan memverifikasi, empat bulan penyaluran bantuan itu sifatnya uji coba,” katanya.

Kepala Seksi Kesejahteraan dan Perlindungan Tenaga Kerja, Ritus Widyanurti menambahkan, terkait program BLT dan subsidi gaji pegawai untuk pekerja penerima upah akan dimulai bulan September hingga Desember 2020 mendatang. “Identifikasi kriteria pekerja yang akan mendapatkan bantuan adalah pekerja penerima upah yang termasuk perusahaan dagang usaha atau pun di pemerintah non PNS,” ucapnya.

Ditegaskan, secara teknis penyampaian database yang akan dikirimkan dari BPJS Ketenagakerjaan ke Kemenaker dan Kemenkeu merupakan data baru yang dikonfirmasikan kepada HRD perusahaan untuk diminta nomor rekening. “Tercatat ada sekitar 14 ribu pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sebelum pandemi Covid-19, kini menjadi sekitar 12 ribu,” tegasnya.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengungkapkan, terkait beberapa pekerja yang belum terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan akan diberikan kepada peserta aktif. “Teknis selanjutnya akan dilakukan koordinasi lebih lanjut untuk mengantisipasi serta meminimalisir gejolak sosial bagi pekerja yang menerima dan tidak mendapatkan bantuan,” ungkapnya. (tom/bah)

Kulonprogo