RADAR JOGJA – PT Angkasa Pura (AP) I selalu operator Yogyakarta International Airport (YIA) Temon Kulonprogo masih menunggu instruksi terkait penghapusan rapid test sebagai syarat calon penumpang pesawat melakukan penerbangan. Sebelum kebijakan tersebut keluar, YIA terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

KETAT: Calon penumpang penerbangan di YIA Temon, Kulonprogo,.( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)

“Kami belum menerima instruksi terkait penghapusan rapid test penumpang yang akan melakukan penerbangan, kami juga masih menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ucap pelaksana tugas sementara (PTS) GM YIA, Agus Pandu Purnama, Kamis (6/8).

Ditegaskan, social diatancing dan rapid test dengan masa kedaluwarsa 14 hari masih diberlakukan di YIA. Kendati demikian, jika ada ketentuan atau instruksi baru terkait penghapusan rapid test, YIA akan mengikutinya. “Kami akan mengikuti instruksi dari pusat, namun demikian kami tetap mengutamakan pencegahan korona bagi calon penumpang kami,” tegasnya.

KETAT: Calon penumpang penerbangan di YIA Temon, Kulonprogo,.( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)

Ametansa, warga Jakarta mengungkapkan, pandemi covid-19 membuat ruang gerak manusia menjadi terbatas, calon penumpang pesawat juga menjadi banyak syarat untuk mengakses jasa penerbangan. “Saya tadi naik Citilink dari Jakarta turun di YIA, syaratnya banyak banget, termasuk dokumen rapid test,” ungkapnya.

KETAT: Calon penumpang penerbangan di YIA Temon, Kulonprogo,.( HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)

Menurutnya, rencana penghapusan dokumen rapid test cukup positif, sebab hasil rapid test kurang akurat untuk mendeteksi korona. “Reaktif tidak pasti korona, pilek juga reaktif saat si rapid test, itu justru menghambat seseorang untuk beraktifitas, beda dengan swab test bisa jadi jaminan, toh begitu saya dan masyarakat lainnya tentu lebih berharap korona segera selesai, pandemi segera berakhir dan semua bisa normal kembali,” ujarnya. (tom/bah)

Kulonprogo