RADAR JOGJA – Sektor pariwisata Kulonprogo berbenah guna menghadapi masa new normal. Sejumlah objek wisata (obwis) mulai diuji coba sebelum beroperasi secara normal.

Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegama didampingi Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Panewu Kalibawang, Kapolres, Babinsa, dan Puskesmas Kalibawang melakukan uji coba persiapan new normal di Obwis Dolan Ndeso, Kalibawang, Rabu (21/7). Wakil Bupati Kulonprogo yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana menyatakan, uji coba harus dilakukan untuk melihat kesiapan pengelola wisata sudah sesuai dengan protokol kesehatan atau belum. Dolan deso sebagai wisata edukasi harus bisa menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik. Sebab, new normal tetap mensyaratkan protokol kesehatran Covid-19.

Dikatakan, tempat wisata yang melakukan protokol kesehatan juga harus menjamin kemanan pengunjung agar bebas dari ancaman korona. Ada tiga tahapan yang harus dilalui sebelum beroperasi meliputi, simulasi, rekomendasi dan uji coba. ”Dolan Ndeso sudah melakukan simulasi, setelah itu akan turun rekomendasi jika uji coba lolos,” kata Fajar.

Pengelola Dolan Ndeso, Hartono mengatakan, pihaknya telah banyak belajar tentang bagaimana standar baru pengelolaan pariwisata dan ketentuan-ketentuan Kesehatan yang berhubungan dengan Covid-19. Pihak pengelola, telah mempraktikkan berbagai perlatan-peralatan untuk bisa menerima tamu kembali. “Kami berharap bisa menerapkannya, dan bisa menerima kunjungan lagi,” ucapnya.

Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kulonprogo, Dewi Ratnawati memberikan catatan, Obwis Dolan Deso masih perlu menambah APD bagi petugas pengecekan suhu badan di depan berupa sarung tangan. Imbauan tentang protokol kesehatan di area wisata tidak cukup dengan imbauan tertulis, tapi juga dengan lisan.

Menurutnya, secara umum Dolan Ndeso sudah baik dalam pengelolaan. Dimana ada tahapan daftar pengunjung yang mana isi daftar nama tertera nomor telephone dan alamat sehingga memudahkan petugas apabila pengunjung mengalami masalah kesehatan. ”Walaupun pengambilan data masih dalam tahap manual,” jelasnya.

Selain itu, sudah memiliki jalur khusus untuk keluar masuk pengunjung. Ruangan area penginapan diberi jarak yang sesuai. ”Perlu dilakukan disinfektan secara berkala pada benda-benda untuk wisata,” jelasnya. (tom)

Kulonprogo