KULONPROGO – Sebanyak 10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) diperbaiki. Program itu dinamakam bedah rumah swadaya (31/3). Para donatur turut gotong royong bersama Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.

Dana berasal dari Bank BPD DIY Cabang Wates Rp 80 juta, Baznas Kulonprogo Rp 56,5 juta, dan BKAD Kokap Rp 13,5 juta. Ditambah donasi dari calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kulonprogo dari Inspektur Daerah Kulonprogo, Kecamatan Kokap, dan masyarakat.

Penerima bantuan di Kokap di antaranya warga Hargowilis: Tukirah, Sutanto Nugroho, dan Suroto. Penerima bantuan di Hargotirto: Sawijo, dan Ngatiyem, Samiran. Penerima bantuan di Hargowilis: Sukiran, Parijem, dan Sumardi.
“Di Pengasih bantuan diterima Tukijan. Warga Pedukuhan Gegunung, Sendangsari,” kata Hasto.

Menurut dia, CPNS harus bersyukur bisa diterima. Lalu membantu dalam program bedah rumah. “Lihatlah rumah-rumah orang yang masih berat hidupnya, lokasinya tidak mudah, jauh. Pesan saya, gemi, nastiti, ngati-ati,” ujarnya.

Salah seorang CPNS, Teguh Martanto (Guru SDN 2 Giripurwo) mengatakan, ingin terlibat mendukung bedah rumah. Dia melatih berzakat. Berbagi kepada sesama.

“Kami, CPNS 375, dibagi ke masing-masing kecamatan 30 orang. Sehingga kami mendapat beberapa kecamatan yang akan kami bantu,” ungkap Teguh.

Perwakilan Bank BPD DIY, Sugeng Widayat mengatakan, pihaknya memberikan bantuan melalui corporate social responsibility (CSR). Delapan rumah dibantu, masing-masing Rp 10 juta.

“Minggu depan, empat rumah lagi kami bantu. Agar kehidupan masyarakat semakin baik. Kami ikut membangun Kulonprogo,” kata Sugeng. (tom/iwa/mg3)

Kulonprogo