RADAR JOGJA – Penggemar offroad di Kulonprogo bertransformasi menjadi relawan kebencanaan. Mereka aktif membantu evakuasi banyak kendaraan yang apes atau mengalami musibah di wilayah DIJ dan sekitarnya. Mereka bergabung dalam komunitas Sedulur Rescue Yogyakarta.”Komunitas ini terbentuk 14 April 2022,” ucap Salah satu pencetus Sedulur Rescue Yogyakarta Ivan Semesta, Senin (23/1).

Komunitas ini lahir dari seringnya anggota membantu proses evakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan.  Baik mobil terperosok dan sebagainya, kerap meminta bantuan untuk proses evakuasi. “Setelah itu kami pikir-pikir kenapa tidak bikin komunitas saja, sekalian lebih jelas dan masyarakat luas bisa lebih tau dan mudah menghubungi,” jelasnya.

Selain memiliki jiwa petualang, offroader yang menjadi anggota sedulur rescue memiliki jiwa relawan yang tinggi. Anggota Sedulur Rescue Yogyakarta juga kental dengan solidaritas, awalnya antar offroader ketika menembus medan ekstrim. “Rata-rata kendaraan masing-masing anggota sudah dilengkapi dengan alat evakuasi dasar seperti winch, strap dan double line,” ujarnya.

Awalnya Sedulur Rescue Yogyakarta hanya beranggotakan 10 orang mereka sudah mengantongi sertifikasi Indonesian Offroad Federation (IOF). Seiring waktu, anggota bertambah menjadi 33 orang dan semua sama-sama memiliki misi membantu sesama, komunitas ini pun tak membatasi masyarakat yang ingin bergabung. “Ya, tidak harus memiliki jip, syaratnya cukup mempunyai jiwa relawan. Siap 24 jam sewaktu-waktu dibutuhkan dan tidak berharap imbalan. Anggota juga akan mendapat pelatihan terkait penggunaan alat bantu evakuasi, anggota wajib menguasai itu, biar bisa cepat ketika melakukan evakuasi,” katanya.

Korlap Sedulur Rescue Yogyakarta Suroto atau akrab disapa Mbah To mengungkapkan, kendati masih baru terbentuk namun komunitas ini sudah banyak terlibat dalam upaya evakuasi kendaraan di seluruh DIJ. Mulai evakuasi kendaraan macet, terperosok ke parit, terbalik, ada juga kendaraan jatuh ke jurang. “Yang jatuh ke jurang sedalam ratusan meter pernah kami tangani,” ungkapnya.

Saat musim penghujan, intensitas memberikan bantuan semakin banyak, seminggu bisa tiga kali. Bahkan kadang sehari bisa tiga kali. Kebanyakan evakuasi mobil terjebak lumpur atau banjir. Informasi kecelakaan butuh bantuan evakuasi diperolehnya dari berbagai macam sumber. Ada masyarakat yang secara langsung menghubungi anggota komunitas ini, ada pula yang didapat lewat grup-grup WhatsApp yang diikuti anggota Sedulur Rescue. “Jadi kami gabung di beberapa grup WA yang di situ kami ada akses informasi kebencanaan. Saat ada kejadian yang membutuhkan evakuasi kendaraan, kami pasti dikabarin, terpenting informasi A1 ada foto dan share lokasi, anggota pasti langsung meluncur,” katanya.

Menurutnya, komunitas juga berkoordinasi dengan pihak lain seperti PMI, Tagana dan Kepolisian dalam melakukan aksi. Sebab tidak hanya evakuasi kendaraan jika kecelakaan, untuk penanganan medis tentu menjadi ranah PMI. “Kami juga pernah dilibatkan dalam upaya pencarian orang hilang  hanyut di sungai atau pantai, evakuasi pohon tumbang menutup jalan atau mengenai rumah juga bisa, apa saja lah yang bisa kami bantu dengan peralatan yang kami miliki,” ujarnya. (tom/din)

Kulonprogo