RADAR JOGJA – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo berusaha mengangkat menu lokal dalam ajang lomba cipta menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) di UPT Penyuluhan DPP Kulonprogo, Sogan, Selasa (21/6).

Kegiatan ini diikuti perwakilan ibu-ibu dari 12 kapanewon se-Kulonprogo dengan menampilkan menu lokal dari daerah masing-masing. “Ini luar biasa dan harus diteruskan, menu lokal di Kulonprogo ternyata banyak sekali, dan bisa dimasak dan diolah menjadi makanan yang lezat dan sehat,” ucap Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kulonprogo Priantinah Tri Saktiyana.

Menurutnya, menu olahan lokal ternyata tidak kalah enak dan menarik serta sarat dengan gizi. Tidak kalah jika dibandingkan dengan makanan modern yang banyak beredar dipasaran. Cukup sehat untuk anak-anak dan manula. Contoh abon lele, ternyata bisa diolah dengan cita rasa yang lezat.”Lele misalnya harus bisa dikelola dari hulu hingga hilir, bis menjual produk olahan yang bisa meningkatkan nilai jualnya. Ya, menu lokal Kulonprogo harus mengglobal,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo Aris Nugroho menambahkan, pihaknya sengaja menggandeng Tim Penggerak PKK Kabupaten dalam kegiatan kali ini. Lomba cipta menu sebetulnya agenda rutin tahunan. Sempat terhenti akibat pandemi, tahun 2022 dimulai lagi.

“Kami akan gali potensi pangan lokal Kulonprogo yang tidak kalah dengan impor. Harapannya bisa diberdayakan melalui KWT bekerjasama dengan PPK. Jadi makan tidak harus beras, ada alternatif lain dengan kandungan gizi yang seimbang,” ucapnya.

Dijelaskan, menu yang dilombakan kali ini tidak boleh berbahan beras dan gandum. Maksimal satu olahan harganya Rp 40 ribu, sehingga bisa menjadi diversifikasi pangan yang beragam menu dengan muatan gizi seimbang. Khususnya untuk protein hewani dan nabati.

Harapannya olahan yang tercipta bisa menjadi produk ekonomi kreatif yang produktif. Batasan Rp 40 ribu per olahan dengan harapan nanti bisa dikenalkan ke khalayak luas khususnya OPD internal menjadi sajian atau hidangan yang produktif menerima pesanan.

“Semua harus seimbang dan aman tidak tercampur dengan zat kimia berbahaya. Kreativitas ibu-ibu terbukti luar biasa, pemenang lomba ini akan maju ke DIJ. Bahkan kedepan akan mengundang cheft handal dengan masakan standar hotel,” harapnya.

Salah satu peserta, Kristiani, anggota PKK dari Kapanewon Girimulyo mengungkapkan, menu olahan yang dibuat menggunakan bahan baku lokal yang banyak di daerahnya. Beberapa menu itu di antaranya, lotek bakar sambal tuna, gulai labu bestie, ayam kampung berseri, tahu salkelor berbahan baku salak, kecombrang, rempeyek daun murbei, jus susu etawa dan lain sebagainya. “Kalau di daerah kami penghasil salak dan susu etawa, kami tonjolkan dua komoditas itu,” ungkapnya. (tom/din)

Kulonprogo