RADAR JOGJA – Puluhan penarik becak di Kulonprogo mendapat santunan dari Pemkab Kulonprogo. Santunan yang juga diartikan sebagai tunjangan hari raya (THR) itu bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kulonprogo.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, pemberian santunan kepada penarik becak merupakan agenda rutin tahunan. Selain penarik becak, bantuan serupa juga diberikan kepada anggota Linmas, TRC BPBD dan petugas kebersihan di Kulonprogo.

“Terimakasih BAZNAS, tahun ini kembali bisa menasarufkan sebagian dana untuk abang-abang becak, Linmas dan petugas kebersihan (Pasukan Kuning), dan TRC yang diserahkan pada hari ini,” katanya usai menyerahkan santunan di jalan utara Alun-Alun Wates, Rabu (27/4).

Diharapkan, santunan yang diberikan bisa berguna dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp1,8 miliar.
Ketua BAZNAS Kulonprogo, Alfanuha Yushida menambahkan, santunan diberikan kepada 80 orang penarik becak yang ada di Kulonprogo. Masing masing menerima bantuan Rp 200 ribu dan beras 5 kilogram. ” Mereka memang target pemberian bantuan karena masuk kategori fakir miskin,” ucapnya.

Dijelaskan, bantuan berasal dari dana masyarakat, total dana yang berhasil terkumpul selama Ramadan sebesar Rp 1,8 miliar. Total dana tersebut dialokasikan untuk 5.000 lebih penerima manfaat. ”Baik lembaga maupun perorangan,” jelasnya.

Salah satu penerima santunan, Wagino, 64, warga warga Pengasih, mengungkapkan, ia sudah menjadi tukang becak sejak tahun 2000. Ia biasa mangkal di depan Pasar Wates, Kulonprogo. “Saya senang. Susah sekarang cari uang, terimakasih,” ucapnya.

Menurutnya, menjadi tukang becak sekarang berbeda dengan tukang becak zaman dahulu. Selain persaingan dengan angkutan umum lainnya, sekarang lebih banyak masyarakat bepergian dengan menggunakan kendaraan pribadi. “Penumpang sedikit,” ujarnya.

Diungkapkan, saat ini sehari bisa narik empat kali termasuk sudah ramai. Dapat uang Rp 40 ribu. ”Tapi sering juga cuma bawa uang Rp10 ribu saja sehari kerja,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap tahun mendekati Lebaran, selalu mendapat jatah THR dari Pemkab Kulonprogo. Dengan itu, ia selalu bersyukur bisa menarik becak di Kulonprogo. Sebab tidak semua tukang becak mendapat santunan seperti di Kulonprogo. “Bantuan berupa uang biasanya digunakan untuk berlebaran. Ya bisa untuk jajan putu (cucu). Buat bikin kue hidangan seadanya,” ujarnya. (tom/bah)

Kulonprogo